TIMETODAY.ID, JAKARTA — Pernah merasa cepat lelah, sulit konsentrasi, atau sering kesemutan tanpa sebab jelas? Bisa jadi itu bukan sekadar tanda tubuh kurang istirahat, melainkan alarm dari tubuh bahwa Anda mengalami kekurangan vitamin B12.
Vitamin B12 adalah salah satu nutrisi penting yang bekerja di “balik layar” tubuh kita. Ia terlibat dalam banyak proses vital, mulai dari pembentukan DNA, produksi energi, hingga menjaga sistem saraf tetap bekerja optimal. Dengan kata lain, vitamin ini ibarat bahan bakar yang membuat mesin tubuh tetap berjalan mulus.
Rentan pada Lansia
Sayangnya, tak semua orang mampu menyerap vitamin B12 dengan baik. Seiring bertambahnya usia, kemampuan tubuh menyerap nutrisi ini semakin menurun. Tak heran, penelitian menyebutkan sekitar 1 dari 5 orang lanjut usia mengalami defisiensi vitamin B12.
“Sering kali, gejala kekurangan B12 dianggap hal biasa, seperti capek atau nyeri ringan. Padahal kalau dibiarkan, dampaknya bisa serius,” tulis Healthline.
Dari Mana Sumbernya?
Bagi pencinta daging, kabar baiknya vitamin B12 banyak ditemukan pada produk hewani seperti daging sapi, ayam, ikan, telur, susu, hingga keju. Hati sapi, kerang, dan tiram bahkan disebut-sebut sebagai sumber paling kaya vitamin B12.
Sementara untuk mereka yang menjalani pola makan nabati, pilihannya adalah produk fortifikasi seperti sereal, susu nabati, atau ragi nutrisi. Sebab, makanan nabati alami seperti nori atau jamur shitake memang mengandung B12, tapi jumlahnya sangat kecil.
Berapa Banyak yang Dibutuhkan?
Kebutuhan vitamin B12 setiap orang berbeda-beda. Bayi hanya butuh 0,4–0,5 mcg per hari, sementara orang dewasa rata-rata memerlukan 2,4 mcg. Pada ibu hamil dan menyusui, kebutuhan sedikit lebih tinggi, yakni 2,6–2,8 mcg.
Menariknya, tubuh tidak menyimpan “stok” B12 dalam jumlah besar. Artinya, asupan harian sangat penting. Jika tubuh menerima kelebihan, selebihnya akan dikeluarkan lewat urine sehingga relatif aman dikonsumsi.
Apa yang Terjadi Jika Tubuh Kekurangan B12?
Defisiensi vitamin B12 bisa menimbulkan gejala yang beragam. Berikut beberapa tanda yang patut diwaspadai:
- Mudah lelah karena terganggunya produksi sel darah merah.
- Kulit pucat atau menguning, akibat anemia dan tingginya kadar bilirubin.
- Sakit kepala dan migrain yang berulang.
- Suasana hati mudah terganggu, bahkan berisiko depresi.
- Gangguan pencernaan seperti kembung, diare, atau sembelit.
- Sulit konsentrasi dan gangguan memori.
- Nyeri pada lidah atau mulut, membuat makan jadi tak nyaman.
- Kesemutan di tangan atau kaki, tanda gangguan saraf.
Jangan Abaikan Gejalanya
Meski terdengar sederhana, kekurangan vitamin B12 bukan sesuatu yang bisa disepelekan. Bila gejala terus muncul, penting untuk memeriksakan diri ke dokter agar bisa ditangani sedini mungkin.
Bagaimanapun, menjaga kesehatan bukan hanya soal makan cukup, tapi juga memastikan nutrisi penting seperti vitamin B12 tidak terlewat. Karena tubuh yang bugar dimulai dari detail kecil yang sering tak kita sadari.***
Editor : Syafira
Sumber : CNNIndonesia.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel





































