TIMETODAY.ID, BOGOR – Fenomena meningkatnya keterlibatan pelajar dalam aksi unjuk rasa beberapa waktu terakhir mendapat sorotan serius dari DPRD Kabupaten Bogor.
Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Bogor, Wasto Sumarno, mengingatkan agar para siswa di Bumi Tegar Beriman tidak terlibat dalam aksi demonstrasi, terutama yang berlangsung saat jam belajar.
Imbauan ini disampaikan Wasto menyusul rentetan aksi massa yang terjadi di sejumlah daerah, termasuk di depan Gedung DPR/MPR RI Senin (25/8/2025), yang berujung pada penangkapan 351 orang.
Dari jumlah tersebut, ratusan di antaranya merupakan pelajar. Bahkan, di Kabupaten Bogor sendiri, 197 siswa sempat diamankan polisi karena hendak berangkat ke Jakarta untuk mengikuti demonstrasi buruh pada Kamis (28/8/2025).
Menurut Wasto, keterlibatan pelajar dalam aksi unjuk rasa rawan menimbulkan dampak buruk, baik bagi masa depan siswa maupun keamanan lingkungan. Ia menegaskan, jam belajar adalah tanggung jawab sekolah, dan meninggalkan kelas untuk ikut aksi merupakan bentuk pelanggaran kedisiplinan.
“Jangan sampai pelajar terbawa isu yang tidak jelas, kemudian meninggalkan tugas utama mereka di sekolah. Situasi seperti itu bisa memicu hal-hal yang tidak diinginkan,” kata Wasto, Minggu (31/8/2025).
Ia menilai, sekolah harus lebih tegas mengawasi anak didiknya. Guru dan tenaga pendidik juga diharapkan tidak hanya memberikan pelajaran di kelas, tetapi juga melakukan pendekatan emosional agar siswa tidak mudah terprovokasi isu-isu yang beredar di luar.
Wasto menekankan pentingnya kontrol dari pihak sekolah. Ia menyebut bahwa tanpa izin resmi, siswa tidak dibenarkan meninggalkan lingkungan sekolah saat jam belajar berlangsung.
“Pelajar tugasnya belajar. Sekolah harus tegas mengontrol. Kalau ada yang keluar tanpa izin, itu jelas pelanggaran,” ujarnya.
Selain sekolah, Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bogor juga diminta turun tangan dengan memberikan arahan yang jelas kepada seluruh institusi pendidikan. Tujuannya agar pelajar lebih terlindungi dari pengaruh isu-isu yang belum tentu valid.
“Disdik juga harus mengimbau agar para murid tidak gampang terbawa isu. Sekolah wajib menjaga ketat agar kegiatan belajar mengajar tetap berjalan dengan baik,” pungkasnya.
Editor : B. Supriyadi
Wartawan : Amelia Azizah
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel





































