TIMETODAY.ID, JAKARTA — Nyeri di telinga yang disertai sakit kepala bukan sekadar rasa tidak nyaman. Kondisi ini bisa sampai mengganggu aktivitas sehari-hari, membuat fokus terpecah, dan menurunkan kualitas tidur. Memahami penyebab sekaligus cara menanganinya penting agar keluhan bisa segera mereda.
Nyeri di telinga yang menyebabkan sakit kepala dapat timbul karena berbagai kondisi kesehatan. Beberapa penyebab umum antara lain:
- Infeksi telinga tengah, yang disebabkan oleh bakteri atau virus, membuat telinga terasa nyeri, penuh, dan terkadang mengeluarkan cairan.
- Sinusitis, peradangan di rongga sinus, menimbulkan nyeri di dahi, pipi, hingga telinga, disertai hidung tersumbat dan demam ringan.
- Infeksi saluran pernapasan atas, yang menyebabkan tekanan di telinga dan kepala karena pembengkakan pada saluran napas.
- Migrain, yang selain menimbulkan sakit kepala, dapat menimbulkan sensasi nyeri di telinga dan kepala berputar.
- Herpes zoster (cacar api), infeksi yang bisa menimbulkan nyeri hebat di kepala, wajah, dan sekitar telinga.
Untuk meredakan keluhan di rumah, beberapa langkah sederhana bisa dicoba:
- Istirahat cukup
Tidur 7–8 jam per malam membantu sistem imun melawan infeksi atau peradangan. Hindari aktivitas berat agar gejala tidak bertambah parah. - Kompres hangat di area telinga
Menempelkan kain hangat di sisi kepala atau telinga yang nyeri dapat melancarkan aliran darah, membuat otot lebih rileks, dan membantu meredakan nyeri. Pastikan suhu kompres tidak terlalu panas. - Konsumsi obat pereda nyeri
Paracetamol dapat digunakan untuk nyeri ringan hingga sedang. Ikuti petunjuk penggunaan pada kemasan atau anjuran dokter, terutama bagi Anda yang memiliki kondisi kesehatan tertentu. - Minum air putih cukup
Dehidrasi bisa memperparah sakit kepala dan memperlambat pemulihan. Usahakan konsumsi 1,5 liter atau 8–12 gelas air per hari, kecuali ada saran khusus dari dokter. - Hindari paparan suara keras
Lingkungan bising atau penuh asap dapat memperburuk iritasi telinga dan sakit kepala. Pilih tempat tenang untuk beristirahat dan gunakan masker di area berpolusi.
Meski banyak kasus bisa membaik dengan penanganan mandiri, segera periksakan diri ke dokter bila:
- Nyeri berlangsung lebih dari 2–3 hari
- Timbul demam tinggi atau sakit kepala berat
- Keluar cairan berbau dari telinga
- Keluhan mengganggu aktivitas sehari-hari
Selain itu, pencegahan juga penting. Menjaga kebersihan telinga, menghindari benda asing masuk ke telinga, serta menerapkan pola hidup sehat—makan bergizi, cukup istirahat—dapat meminimalkan risiko nyeri di telinga yang disertai sakit kepala di kemudian hari.***
Editor : Syafira
Sumber : alodokter.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel





































