TIMETODAY.ID, JAKARTA — Di tengah padatnya jadwal sekolah, les, dan kegiatan ekstrakurikuler, rasa lelah pada remaja kerap dianggap wajar. Namun, di balik itu, bisa jadi tubuh mereka sedang memberi sinyal adanya masalah kesehatan yang lebih serius—anemia.
Anemia pada remaja bukan sekadar urusan kurang darah. Kondisi ini terjadi saat tubuh kekurangan sel darah merah sehat atau hemoglobin, komponen penting yang bertugas membawa oksigen ke seluruh tubuh.
Tanpa pasokan oksigen yang cukup, organ dan jaringan tidak bisa bekerja optimal. Dampaknya, remaja akan mudah lelah, sulit fokus, hingga rentan sakit.
Menurut sejumlah ahli, kelompok usia remaja memang rentan mengalami anemia. Masa pertumbuhan yang pesat, perubahan hormon, menstruasi pada remaja perempuan, pola makan yang kurang seimbang, serta aktivitas yang padat menjadi kombinasi faktor risiko yang sulit dihindari.
Sayangnya, gejalanya sering samar tersembunyi di balik alasan klasik: “Capek karena sekolah.”
Tanda-Tanda yang Sering Terlewat
Gejala anemia pada remaja sering kali mirip dengan kelelahan biasa, sehingga sulit dibedakan tanpa perhatian ekstra. Beberapa tanda yang patut diwaspadai antara lain:
- Mudah lelah dan lemas, bahkan saat hanya melakukan aktivitas ringan.
- Wajah pucat, terutama kulit dan bagian dalam kelopak mata.
- Sering pusing, apalagi saat berdiri lama atau bergerak mendadak.
- Napas pendek atau terengah-engah meski baru sedikit beraktivitas.
- Jantung berdebar, terutama saat stres atau berolahraga.
- Sulit berkonsentrasi, membuat prestasi belajar menurun.
- Rambut mudah rontok dan kuku rapuh, akibat kurangnya oksigen dan nutrisi ke folikel rambut dan kuku.
“Bila gejala ini diabaikan, anemia bisa memengaruhi daya tahan tubuh, prestasi belajar, bahkan pertumbuhan fisik,” jelas salah satu pakar kesehatan remaja. Pada remaja perempuan, anemia juga dapat mengganggu siklus menstruasi dan berpotensi memicu komplikasi di masa depan.
Langkah-Langkah Pencegahan dan Penanganan
Kabar baiknya, anemia bisa dicegah dan diatasi jika dikenali sejak dini. Beberapa langkah yang disarankan antara lain:
- Perbanyak makanan kaya zat besi, seperti daging merah, hati ayam, dan sayuran hijau.
- Konsumsi buah-buahan kaya vitamin C agar penyerapan zat besi lebih maksimal.
- Batasi minuman penghambat penyerapan zat besi, seperti teh dan kopi, saat makan.
- Rutin sarapan, makan tepat waktu, dan berolahraga teratur.
- Istirahat cukup, terutama saat tubuh mulai terasa lelah.
- Konsumsi suplemen zat besi sesuai anjuran dokter.
Mengenali gejala anemia sejak dini bukan hanya soal menjaga kesehatan, tetapi juga memastikan remaja tetap punya energi, konsentrasi, dan semangat untuk menjalani masa-masa penting dalam hidup mereka.***
Editor : Syafira
Sumber : alodokter.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel





































