Benarkah Seblak dan Bakso Penyebab Anemia? Ini Penjelasan Kemenkes!

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengungkapkan bahwa tingginya angka anemia di DKI Jakarta tidak semata-mata disebabkan oleh konsumsi makanan seperti seblak dan bakso
ilustrasi seblak

TIMETODAY.ID – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengungkapkan bahwa tingginya angka anemia di DKI Jakarta tidak semata-mata disebabkan oleh konsumsi makanan seperti seblak dan bakso.

Faktor utama yang berkontribusi adalah perubahan pola makan yang mengakibatkan kurangnya asupan serat dan zat besi.

Data menunjukkan bahwa 1 dari 5 anak di Indonesia menderita anemia, dengan DKI Jakarta mencatat prevalensi tertinggi mencapai 40%.

Advertisement

Perubahan pola makan, termasuk meningkatnya konsumsi makanan cepat saji dan kurangnya asupan makanan bergizi seimbang, menjadi penyebab utama kondisi ini.

Baca Juga :  Air Hujan untuk Minum, Murni atau Berisiko?

Anemia, yang sering kali disebabkan oleh kekurangan zat besi, dapat berdampak negatif pada kesehatan, terutama pada remaja putri.

Kondisi ini dapat mengakibatkan penurunan kesehatan dan prestasi sekolah, serta komplikasi saat hamil di masa dewasa.

Untuk mencegah dan mengatasi anemia, Kemenkes menganjurkan konsumsi makanan kaya zat besi, seperti daging merah, sayuran hijau, dan kacang-kacangan.

Baca Juga :  3 Waktu Tepat Makan Pisang Agar Energi Tubuh Maksimal

Selain itu, pemberian tablet tambah darah (TTD) secara rutin kepada remaja putri juga menjadi langkah penting dalam upaya pencegahan anemia.

Dengan memahami penyebab utama anemia dan mengambil langkah pencegahan yang tepat, diharapkan prevalensi anemia di DKI Jakarta dan seluruh Indonesia dapat berkurang secara signifikan.

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau via whatsapp timetoday wa channel

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel