TIMETODAY.ID, BOGOR – Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAD) Kabupaten Bogor, mencatat 71 laporan kekerasan anak sepanjang Januari hingga Juli 2025.
Jumlah tersebut berasal dari 31 pengaduan langsung, 39 dari media sosial, dan satu temuan lapangan.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kabupaten Bogor, Sussy Rahayu Agustini, menegaskan bahwa penanganan kekerasan terhadap anak menjadi salah satu prioritas utama pihaknya.
“Kita benar-benar urgensi, sangat urgensi. Kabupaten Bogor memiliki Komisi Perlindungan Anak serta banyak mitra yang bersama-sama menangani kekerasan terhadap anak,” kata Sussy, Jumat (8/8/2025).
Ia menjelaskan, tren peningkatan kasus kekerasan terhadap anak bisa dilihat dari dua sisi, bertambahnya jumlah kasus, atau meningkatnya keberanian masyarakat untuk melapor.
“Apakah memang kasusnya meningkat karena faktor tertentu, atau karena masyarakat sudah berani melapor dan berkoordinasi,” ujarnya.
Menurut Sussy, meningkatnya jumlah laporan justru bisa menjadi sinyal positif.
“Ini menunjukkan bahwa kesadaran masyarakat mulai tumbuh untuk melaporkan kasus kekerasan,” tambahnya.
DP3AP2KB juga aktif melakukan pembinaan melalui Forum Anak Kabupaten Bogor. Forum ini beranggotakan anak-anak di bawah 18 tahun yang dibekali pengetahuan terkait pencegahan pernikahan dini, bahaya narkoba, penguatan kepercayaan diri, serta penggunaan teknologi digital secara bijak.
“Kami juga sering diundang sekolah saat Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) untuk menjadi narasumber, memberikan edukasi agar tidak terjadi kekerasan terhadap anak,” tutup Sussy.
Editor : B. Supriyadi
Wartawan : Amelia Azizah
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel





































