Apa Itu Performative Male? Menguak Perilaku dan Motif di Baliknya

Performative male
ilustrasi seorang pria yang sedang merenung (foto: istock)

TIMETODAY.ID, JAKARTA Performative male adalah istilah yang merujuk pada pria yang menunjukkan atau melakukan hal-hal yang dianggap disukai perempuan, bukan karena kepribadian aslinya, melainkan sebagai strategi untuk menarik perhatian dan membentuk citra tertentu di mata wanita.

Contohnya, pria yang tiba-tiba mengklaim suka hal-hal seperti K-pop, tote bag, buku sastra feminis, atau minuman seperti matcha, padahal sebelumnya tidak pernah tertarik pada hal tersebut.

Sikap ini biasanya bermotif ingin mendapatkan validasi, pengakuan, dan terlihat sebagai sosok pria baru yang lebih lembut, peka, dan terbuka, berbeda dari stereotip pria maskulin tradisional.

Advertisement

Fenomena ini tidak hanya soal penampilan, tetapi juga melibatkan perilaku dan ekspresi diri yang kadang dibuat-buat atau dipaksakan demi pencitraan.

Baca Juga :  Fenomena Perusahaan Ramai-Ramai Pecat Pegawai Gen Z, Ini Alasannya

Performative male sering membagikan foto estetik dengan caption bijak tentang kesehatan mental, terapi, atau penyembuhan diri, meskipun hal itu terkadang hanya dijadikan alat manipulasi untuk mendapatkan simpati.

Sikap seperti ini dapat menimbulkan masalah dalam hubungan karena sikap yang ditampilkan tidak autentik dan dapat berubah setelah tujuan mendapatkan perhatian tercapai.

Konsep performative male bisa dikaitkan dengan teori performativity dalam gender, di mana maskulinitas bukan sekadar identitas alami, tetapi terbentuk melalui tindakan yang diulang sesuai ekspektasi sosial.

Baca Juga :  Jenazah Pria Misterius Ditemukan di Depan Kontrakan, Warga Sempat Dengar Teriakan

Dalam konteks ini, pria yang bersikap performative male sengaja “memerankan” peran tertentu agar dianggap maskulin atau menarik secara sosial, walau perilaku tersebut bukan cerminan sifat asli.

Singkatnya, performative male adalah pria yang berpura-pura atau menampilkan sikap dan minat tertentu demi pencitraan dan menarik perhatian, bukan karena keotentikan pribadi.

Meskipun merawat diri dan peka terhadap isu emosional adalah hal positif, ketika dilakukan semata untuk penampilan dan manipulasi, hal ini menjadi ciri performative male yang perlu dikenali dengan kritis.

Jika Anda ingin, saya bisa buatkan artikel lengkap tentang “Apa itu Performative Male” berdasarkan penjelasan ini.***

Editor : Syafira

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel