Terseret Arus Saat Evakuasi, Kakek di Megamendung Ditemukan Tewas Tiga Kilometer dari Rumahnya

Megamendung
Terseret Arus Saat Evakuasi, Kakek di Megamendung Ditemukan Tewas Tiga Kilometer dari Rumahnya (foto: tangkap gambar)

TIMETODAY.ID, BOGOR — Suasana duka menyelimuti Kampung Rawa Sedek, Desa Megamendung, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor. Seorang pria lanjut usia berinisial D (75) ditemukan meninggal dunia setelah terseret arus banjir sejauh tiga kilometer pada Senin (4/8/2025).

Bencana ini terjadi setelah hujan deras mengguyur kawasan Megamendung. Hujan memicu longsor dan meluapnya anak Kali Cirangrang yang berada tak jauh dari permukiman warga.

Menurut Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bogor, Adam Hamdani, korban sempat berupaya menyelamatkan diri bersama anaknya. Namun upaya evakuasi mandiri tersebut justru berujung tragis.

Advertisement

“Menurut informasi korban sedang beristirahat di rumah pribadinya. Pada saat hujan turun, korban bersama anaknya keluar rumah untuk evakuasi mandiri. Namun pada saat keluar rumah korban terpeleset akibat TPT dari rumah tetangganya yang berada di atas longsor dan korban bersama anaknya jatuh sampai terbawa arus aliran anak Kali Cirangrang sampai sejauh ± 3 KM,” jelas Adam, Senin (4/8).

Baca Juga :  Kronologi Mobil Boks Terbalik Usai Tabrak Minibus di Tol Jagorawi

Setelah menerima laporan sekitar pukul 15.50 WIB dari perangkat desa, tim gabungan langsung diterjunkan ke lokasi. Proses pencarian berlangsung hingga akhirnya jasad sang kakek ditemukan tak jauh dari jalur sungai.

Baca Juga :  Bandung Dikejutkan Gempa Pagi Hari, Magnitudo 4,6

Sementara itu, anak korban yang berinisial W (45) berhasil selamat meski mengalami luka ringan di bagian kaki kanan. Ia juga menjadi saksi hidup atas detik-detik saat dirinya dan sang ayah terseret derasnya air bercampur material longsoran.

“Untuk saat ini korban sudah ditemukan dalam keadaan meninggal dunia dan sudah diserahterimakan kepada pihak keluarga. Untuk korban yang luka sudah diobati secara mandiri oleh keluarga,” ungkap Adam.

BPBD Kabupaten Bogor mengimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap potensi bencana alam, khususnya saat curah hujan tinggi terjadi dalam durasi panjang.***

Editor : Syafira

Wartawan : Amelia Azizah

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel