TIMETODAY.ID — Minyak goreng adalah bahan dapur yang hampir selalu ada di setiap rumah. Digunakan untuk menumis, menggoreng, hingga bahan tambahan dalam pembuatan kue. Tapi tidak semua minyak goreng aman untuk kesehatan, lho.
Beberapa jenis minyak mengandung lemak jenuh tinggi atau zat lain yang bisa berdampak buruk jika dikonsumsi terus-menerus. Supaya lebih waspada, mari kenali jenis minyak yang sebaiknya dibatasi penggunaannya serta cara memilih minyak yang lebih sehat.
Lima Jenis Minyak Goreng yang Perlu Diwaspadai
-
Minyak sawit
Minyak ini sangat umum digunakan karena harganya yang terjangkau dan hasil gorengannya yang renyah. Namun, minyak sawit mengandung lemak jenuh tinggi yang berisiko meningkatkan kadar kolesterol dan menyebabkan penyakit jantung jika dikonsumsi secara berlebihan.
-
Minyak jagung
Meskipun berbasis nabati, minyak jagung mengandung asam lemak omega-6 dalam jumlah tinggi. Terlalu banyak omega-6 dalam tubuh dapat memicu peradangan kronis, terutama jika tidak diimbangi dengan asupan omega-3.
-
Minyak kelapa
Minyak ini kerap dipromosikan sebagai alternatif sehat, tetapi faktanya, kandungan lemak jenuhnya tidak jauh berbeda dari minyak sawit. Penggunaan rutin bisa meningkatkan kadar kolesterol LDL (kolesterol jahat).
-
Minyak canola
Banyak produk minyak canola berasal dari tanaman hasil rekayasa genetika dan melalui proses produksi kimiawi, termasuk penggunaan pelarut seperti heksana. Sisa bahan kimia ini berisiko tetap tertinggal dalam minyak.
-
Minyak bunga matahari
Minyak ini memang tinggi lemak tak jenuh ganda, tapi ketika dipanaskan dalam suhu tinggi, justru berpotensi menghasilkan senyawa beracun. Oleh karena itu, penggunaannya sebaiknya tidak untuk teknik memasak suhu tinggi seperti deep frying.
Tips Memilih Minyak Goreng yang Lebih Sehat
Jika ingin tetap menikmati masakan yang lezat tanpa mengorbankan kesehatan, berikut beberapa panduan memilih minyak goreng yang lebih aman:
-
Periksa kandungan lemaknya
Pilih minyak yang mengandung lebih banyak lemak tak jenuh, terutama jenis monounsaturated dan polyunsaturated fat. Idealnya:
-
Kurang dari 35 persen lemak jenuh
-
Kurang dari 0,5 persen lemak trans
-
Lebih dari 50 persen lemak tak jenuh
Informasi ini bisa ditemukan pada label nilai gizi di kemasan.
-
Pilih yang diproses secara minimal
Minyak dengan label seperti virgin, extra virgin, atau cold-pressed biasanya diproses tanpa bahan kimia atau pemanasan ekstrem. Proses ini menjaga nutrisi alami dalam minyak dan membuatnya lebih aman untuk dikonsumsi.
-
Perhatikan titik asap (smoke point)
Titik asap adalah suhu di mana minyak mulai mengeluarkan asap dan terurai menjadi senyawa berbahaya. Menggunakan minyak melebihi titik asapnya bisa memicu pembentukan zat karsinogenik. Jadi, hindari memakai minyak yang sudah terlalu panas atau berasap.
Dengan mengenali jenis-jenis minyak yang kurang sehat dan mengikuti panduan memilih minyak yang tepat, kamu bisa menjaga kualitas masakan sekaligus melindungi kesehatan keluarga. Karena sehat itu bukan hanya soal bahan makanan utama, tapi juga minyak yang digunakan untuk memasaknya.
Editor : Syafira
Sumber : cnnindonesia.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau via whatsapp timetoday wa channel





































