
TIMETODAY.ID, BOGOR – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bogor mencatat sebanyak tiga warga meninggal dunia akibat leptospirosis atau penyakit kencing tikus dalam kurun waktu 2018 hingga 2025.
Leptospirosis merupakan penyakit yang disebabkan bakteri leptospira, dan umumnya muncul setelah musim hujan atau banjir.
Ketua Tim Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Dinkes Kabupaten Bogor, Dr. Yessi Desputri MKK, menjelaskan bahwa bakteri tersebut menyebar melalui air atau lingkungan yang tercemar urin hewan yang terinfeksi. Penularan ke manusia bisa terjadi melalui luka terbuka, kulit lecet, maupun selaput lendir.
“Dari data Dinkes, total terdapat 13 kasus leptospirosis di sejumlah kecamatan Kabupaten Bogor sejak 2018 hingga Juli 2025. Tiga di antaranya meninggal dunia pada tahun 2019 dan 2023,” tutur Yessi, Sabtu (2/8/2025).
Rinciannya, dua kasus pada 2018 seluruhnya sembuh, tiga kasus pada 2019 dengan satu meninggal, satu kasus sembuh pada 2020, satu kasus sembuh pada 2021, dua kasus sembuh pada 2022, dua kasus pada 2023 seluruhnya meninggal, serta masing-masing satu kasus sembuh pada 2024 dan 2025.
“Gejalanya tidak khas, jadi sering terlambat ditangani. Biasanya pasien datang ke fasilitas kesehatan sudah dalam kondisi berat,” jelas Yessi.
Gejala umum penyakit ini meliputi demam, nyeri kepala, nyeri otot (terutama di betis), batuk, sakit tenggorokan, hingga diare. Jika tidak segera ditangani, infeksi dapat menyerang organ vital seperti ginjal, paru-paru, dan hati, yang dalam beberapa kasus berujung pada kematian.
Pengelola program Dinkes Kabupaten Bogor, Ade Kurniawan, menambahkan bahwa leptospirosis merupakan penyakit zoonosis yang dapat menular dari hewan ke manusia.
“Kasus terakhir ditemukan Juli 2025 di RS Ciawi dan Puskesmas Cigombong. Kondisi pasien sudah sehat. Kami melakukan investigasi lanjutan untuk memastikan penanganannya sesuai prosedur,” ujarnya.
Berdasarkan catatan wilayah, kasus leptospirosis ditemukan di Kecamatan Jonggol (2018), Klapanunggal (2019 dan 2023), Gunung Putri (2020 dan 2023), Ciomas (2021), Cibinong dan Parung (2022), Caringin (2024), serta Cigombong (2025).
Editor : B. Supriyadi
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau via whatsapp timetoday wa channel




































