Ratusan Sekolah di Kabupaten Bogor Masih Belum Miliki Kepala Sekolah Definitif

kabupaten bogor
Seorang tenaga pengajar menunjuk tulisan di papan tulis saat memberikan penjelasan kepada siswa di salah satu sekolah dasar negeri di Kabupaten Bogor. Foto : timetoday.id/Amelia Azizah.

TIMETODAY.ID, BOGOR — Ratusan sekolah di Kabupaten Bogor, Jawa Barat mulai dari jenjang Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP), hingga kini masih belum memiliki kepala sekolah definitif.

Kepala Bidang Pembinaan Sekolah Dasar Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bogor, Susilawati, mengungkapkan bahwa kekosongan jabatan kepala sekolah terjadi di lebih dari seratus sekolah, khususnya di tingkat SD Negeri.

“(Sekitar) 150-an kepsek yang masih kosong,” kata Susilawati kepada wartawan, Rabu (30/7/2025).

Namun, Susilawati belum merinci sekolah mana saja yang terdampak kekosongan tersebut.

“Harus lihat data dulu,” ujarnya singkat.

Sementara itu, untuk jenjang SMP Negeri, jumlah kekosongan jauh lebih sedikit. Kepala Bidang Pembinaan SMP Disdik Kabupaten Bogor, Maman Nurpadilah, menyebutkan hanya terdapat tiga sekolah yang belum memiliki kepala sekolah tetap.

“Untuk SMPN di Kabupaten Bogor ada 3 yang kosong, antara lain di SMPN Megamendung 2, SMPN Citeureup 1, dan SMPN Citeureup 4,” ungkap Maman.

Menurutnya, posisi kepala sekolah di tiga SMP tersebut untuk sementara diisi oleh Pelaksana Tugas (PLT). “Untuk saat ini masih diisi PLT, ingin segera terisi secepatnya,” tambahnya.

Menanggapi kondisi ini, Bupati Bogor Rudy Susmanto mengatakan bahwa pemerintah daerah tengah mempersiapkan pelantikan kepala sekolah guna mengisi kekosongan jabatan yang ada.

“Dalam waktu dekat kami akan kembali melantik kepala sekolah untuk mengisi jabatan yang masih kosong,” ujar Rudy.

Ia menegaskan bahwa sektor pendidikan merupakan salah satu prioritas utama yang harus segera dibenahi, termasuk dalam aspek sumber daya manusia (SDM).

“Program-program prioritas sudah diusulkan, namun saat ini belum terlihat hasil fisiknya karena masih menunggu proses lelang di Unit Layanan Pengadaan (ULP),” jelasnya.

Menurut Rudy, penataan SDM dilakukan secara simultan sembari menunggu proses pengadaan berjalan. Ia berharap percepatan ini dapat berdampak langsung pada efektivitas pelaksanaan program dalam perubahan anggaran mendatang.

“Sehingga pada saat jelang masuk APBD perubahan, sumber daya manusia sudah siap, program-program prioritasnya sudah siap dan kita tinggal implementasikan bersama-sama,” pungkasnya.

Reporter: Amelia Azizah

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau via whatsapp timetoday wa channel

Baca Juga :  Bupati Bogor Jamin PKL Parung Tak Digusur, Lahan Sudah Siap

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel