Tegas ke Mafia Pangan, Prabowo Soroti Modus Beras Oplosan

Presiden Prabowo
presiden indonesia prabowo subianto sedang berpidato di atas mimbar (tangkap layar/youtube/PSI)
TIMETODAY.IDPresiden Prabowo Subianto melontarkan peringatan keras terhadap praktik kecurangan di balik peredaran beras oplosan yang merugikan rakyat.
Menurutnya, permainan licik para mafia pangan ini menimbulkan kerugian nyaris Rp 100 triliun per tahun—uang yang, andai dikelola dengan benar, bisa menjadi penopang besar untuk menekan angka kemiskinan di Indonesia.
Prabowo tak segan menyebut praktik semacam ini sebagai kejahatan ekonomi luar biasa. Bagi dia, menjual beras biasa dengan label premium dan harga selangit adalah bentuk penipuan telanjang yang menancap ke rakyat kecil.
“Kita akan terus tegakkan, masih banyak ada permainan-permainan jahat dari beberapa pengusaha-pengusaha yang menipu rakyat. Beras biasa dibilang beras premium harganya dinaikin seenaknya,” kata Prabowo saat memberi sambutan di penutupan Kongres PSI, Solo, Minggu (20/7/2025), dikutip dari YouTube PSI.
Ia menggambarkan skema mafia pangan ini tak ubahnya subversi ekonomi yang menggerogoti ketahanan bangsa dari dalam.
“Ini kejahatan ekonomi yang luar biasa. Menurut saya ini sudah termasuk subversi ekonomi, menikam rakyat. Anda bisa bayangkan Rp 100 triliun kita bisa bikin apa, mungkin kita hilangkan kemiskinan dalam 5 tahun dengan Rp 1.000 triliun itu,” tegasnya.
Tindak Tegas Mafia Pangan
Untuk memberantas jaringan mafia pangan, Prabowo mengaku sudah memerintahkan Kejaksaan Agung dan kepolisian agar tak ragu menindak tegas siapa pun yang terlibat, tanpa pandang bulu.
Di tengah sorotannya terhadap praktik curang, Prabowo juga membawa kabar baik. Ia mengungkapkan cadangan beras pemerintah kini berada di titik tertinggi sepanjang sejarah: lebih dari 4,2 juta ton.
Sementara itu, produksi jagung nasional naik 30% dan beras meningkat hingga 48%—capaian yang diyakini menjadi sinyal perbaikan nyata di sektor ketahanan pangan.
“Belum pernah dalam sejarah kita memiliki cadangan beras lebih dari 4,2 juta ton. Ini bukti ketahanan pangan kita membaik,” pungkasnya.
Di hadapan publik, pernyataan tegas Prabowo menjadi alarm peringatan bahwa urusan pangan bukan sekadar soal stok di gudang. Lebih dari itu, ia adalah pondasi keadilan—dan mafia pangan, dengan segala modus curangnya, adalah duri yang harus dicabut sampai ke akarnya.***

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau via whatsapp timetoday wa channel

Baca Juga :  Panen Buah Melon di IPB, Zulkifli Hasan Dorong Kolaborasi Swasembada Pangan

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel