TIMETODAY.ID, BOGOR – Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Bogor, Ferry Roveo Checanova, mengkritik keras lambannya tindak lanjut terhadap aspirasi masyarakat oleh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), khususnya terkait pembangunan SMP Negeri 5 Cibinong yang sudah diperjuangkan sejak empat tahun lalu.
Pernyataan itu disampaikan Ferry saat kegiatan reses anggota DPRD dari Daerah Pemilihan (Dapil) 1 di Kecamatan Cibinong, Rabu (16/7/2025).
Ia menegaskan bahwa kritik tersebut bukan ditujukan kepada masyarakat, melainkan kepada SKPD yang dinilai tidak mampu merealisasikan usulan prioritas.
“Saya enggak marah ke masyarakat, yang wajib marah itu masyarakat kepada saya. Saya digaji oleh masyarakat. Saya marah kepada SKPD,” kata Ferry kepada wartawan.
Menurut Ferry, penganggaran pembangunan SMPN 5 Cibinong sudah sempat dilakukan, namun rencana tersebut kembali tertunda akibat adanya refocusing anggaran.
“Aspirasi masyarakat sudah saya kawal selama empat tahun, tapi sampai sekarang belum juga terealisasi,” ujarnya.
Ferry menegaskan, DPRD memiliki peran mengawal dan memperjuangkan aspirasi masyarakat, sementara keputusan realisasi berada di tangan pemerintah daerah.
“Kalau aspirasi seperti itu saja saya tidak bisa kawal, bagaimana dengan yang lain? Masyarakat memilih saya agar aspirasinya dikawal,” ucapnya.
Terkait status lahan pembangunan SMPN 5 Cibinong, Ferry menyebut hal tersebut menjadi kewenangan dinas terkait bersama masyarakat.
“Kalau pembebasannya saya enggak tahu, itu dinas dan masyarakat,” katanya.
Meski demikian, Ferry memastikan akan terus memperjuangkan aspirasi tersebut dan mendorong SKPD agar lebih responsif.
“Langkah ke depan, saya akan lebih tegas kepada dinas terkait. Memang tidak semua aspirasi bisa terealisasi, tapi kalau sekolah itu sangat dibutuhkan masyarakat, wajar kalau saya kritis ke dinas,” tuturnya.
Ferry juga menekankan pentingnya pemerintah daerah memprioritaskan usulan-usulan masyarakat yang bersifat urgen, seperti fasilitas pendidikan dan pelayanan kesehatan.
“Saya berharap skala prioritas dari usulan-usulan yang benar-benar urgen harus diutamakan. Contohnya pembangunan puskesmas, lahannya sudah ada, apa susahnya membangun?” tandas Ferry.
Editor : B. Supriyadi
Follow dan Baca Artikel lainnya di atau via whatsapp timetoday wa channel





































