Ini Menu Sarapan Sehat agar Anak Semangat Belajar Seharian

sarapan
ilustrasi anak-anak sarapan (istock)
TIMETODAY.ID — Bagi sebagian keluarga, pagi hari seringkali penuh dengan aktivitas terburu-buru. Tak jarang, sarapan pun terlewat atau hanya sekadar roti selembar dan susu kotak. Padahal, di balik momen makan pagi ini, tersimpan peran penting untuk menunjang aktivitas dan konsentrasi anak sepanjang hari.
Bagi anak usia sekolah, sarapan bukan sekadar pengganjal perut. Menu sarapan yang bergizi membantu anak tetap bertenaga, lebih fokus belajar di kelas, serta meningkatkan daya tahan tubuh agar tak mudah jatuh sakit.
Bagaimana Menu Sarapan Ideal?
Agar kebutuhan gizi anak terpenuhi dengan seimbang, orang tua disarankan untuk menyiapkan menu sarapan sesuai panduan ‘Isi Piringku’ dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI.
Dalam panduan tersebut, piring makan dibagi menjadi dua sisi. Separuh piring diisi sayur dan buah, sedangkan separuh lainnya berisi makanan pokok dan lauk pauk. Rinciannya:
  • Sisi pertama: 2/3 untuk makanan pokok, 1/3 untuk lauk.
  • Sisi kedua: 2/3 untuk sayur, 1/3 untuk buah.
Sumber Energi dari Makanan Pokok
Karbohidrat menjadi sumber tenaga utama untuk memulai aktivitas. Orang tua bisa memilih bahan pangan sesuai daerah, seperti beras, jagung, kentang, roti, mi, atau pasta. Nasi bisa divariasikan menjadi nasi uduk, nasi kuning, atau bubur. Mi juga bisa menjadi alternatif, asalkan dilengkapi sayur seperti sawi, wortel, dan tambahan telur.
Lauk Pauk Penambah Protein
Protein membantu memperbaiki sel-sel tubuh, mendukung pertumbuhan otot, dan membuat anak kenyang lebih lama. Pilihannya beragam, mulai dari daging ayam, ikan, telur, hingga tahu dan tempe. Telur bisa diolah menjadi telur dadar, orak-arik, atau sandwich isi telur dan sayur. Ayam bisa disulap menjadi ayam suwir kecap, ayam panggang, atau teriyaki, sementara daging sapi bisa diolah menjadi semur daging atau tumis daging sayur.
Jangan Lupa Sayur dan Buah
Sayuran mengandung vitamin, asam folat, dan mineral yang penting bagi tubuh. Bayam bisa dijadikan sayur bening, sementara wortel, brokoli, kol, dan buncis cocok dimasak menjadi sop atau tumis. Kangkung pun bisa diolah menjadi tumis kangkung saus tiram.
Untuk melengkapi, tambahkan buah segar seperti pisang, apel, pepaya, melon, atau semangka. Buah-buahan membantu mencukupi asupan vitamin dan serat harian anak.
Kenapa Sarapan Begitu Penting?
Ketua Umum Pergizi Pangan Indonesia, Prof Dr Hardinsyah, MS menegaskan pentingnya sarapan bagi anak-anak. Setelah tidur panjang, tubuh memerlukan ‘bahan bakar’ baru untuk mengganti energi yang terpakai saat tidur.
“Saat tidur, organ-organ di dalam tubuh kita bekerja, seperti jantung, paru-paru, lambung, itu membutuhkan zat gizi, tidak hanya energi. Dan ketika kita bangun di pagi hari, hampir sepertiga kebutuhan harian kita sudah digunakan ketika tidur jadi itu perlu diganti atau di-replace,” jelas Prof Hardinsyah dalam sebuah wawancara.
Sarapan yang bergizi juga terbukti mendukung kemampuan belajar, konsentrasi, hingga prestasi anak di sekolah. Anak yang sarapan dengan benar umumnya lebih siap menyerap pelajaran tanpa mudah mengantuk.
Jadi, sebelum berangkat sekolah, pastikan piring sarapan si kecil terisi gizi seimbang. Sepele di mata, tapi besar pengaruhnya bagi masa depan mereka!

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau via whatsapp timetoday wa channel

Baca Juga :  Lindungi Paru-Paru dari Polusi dan Rokok dengan Vitamin Ini

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel