TIMETODAY.ID, BOGOR – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor mencatat sebanyak 91 titik bencana terjadi selama periode 5 hingga 7 Juli 2025 akibat cuaca ekstrem yang melanda sejumlah wilayah.
Staf Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bogor, Jalaludin menjelaskan bahwa hujan dengan intensitas tinggi disertai angin kencang menjadi pemicu utama terjadinya tanah longsor, banjir, dan angin kencang di berbagai kecamatan.
“Hujan dengan intensitas tinggi disertai angin kencang yang berlangsung cukup lama setiap sore hari menyebabkan kadar air dalam tanah dan debit air di hulu sungai meningkat, sehingga terjadi bencana di beberapa titik lokasi di Kabupaten Bogor,” ujar Jalaludin kepada wartawan, Selasa (8/7/2025).
Berdasarkan hasil kajian cepat sementara, bencana tersebut telah berdampak pada 6.371 jiwa atau sebanyak 2.061 kepala keluarga (KK) yang tersebar di 55 desa/kelurahan di 26 kecamatan.
Selain itu, tiga orang dilaporkan meninggal dunia, satu orang masih dalam pencarian dan tiga orang lainnya mengalami luka ringan.
Kerusakan bangunan yang tercatat mencakup 20 rumah rusak ringan, 30 rumah rusak sedang, dan 10 rumah rusak berat. Beberapa fasilitas umum turut terdampak, di antaranya 1 sarana ibadah, 1 pondok pesantren, 1 ruas jalan, 2 jembatan, serta 12 Tembok Penahan Tanah (TPT) yang mengalami kerusakan.
Adapun sebaran jenis bencana yang terjadi meliputi:
Tanah longsor: 53 kejadian
Banjir: 23 kejadian
Angin kencang: 11 kejadian
Pergerakan tanah: 2 kejadian
Bencana non-alam: 3 kejadian
Jalaludin menambahkan, hingga saat ini pihaknya masih terus melakukan verifikasi dan monitoring di lapangan untuk memastikan jumlah korban dan kerugian secara akurat.
“Pendataan ini masih bersifat sementara dan bisa bertambah seiring laporan dari kecamatan yang terus masuk,” jelasnya. ***





































