
TIMETODAY.ID — Malam itu di Stadion Mercedes-Benz, Lionel Messi berjalan keluar lapangan dengan kepala tetap tegak, meski papan skor menunjukkan hasil yang tak memihak. Inter Miami harus mengakui keperkasaan Paris Saint-Germain (PSG) di babak 16 besar Piala Dunia Antarklub 2025.
Les Parisiens benar-benar tampil dominan. Dalam tempo 45 menit pertama, mereka sudah menghujani Inter Miami dengan empat gol tanpa balas. Joao Neves membuka pesta cepat di menit ke-6 dan menggandakan keunggulan di menit ke-39.
Petaka bagi Miami datang tiga menit kemudian, saat Tomas Aviles justru mencetak gol bunuh diri. Tak berhenti di situ, Achraf Hakimi menutup babak pertama dengan gol keempat PSG jelang turun minum.
Sepanjang 90 menit, Inter Miami terlihat kesulitan menandingi intensitas dan kualitas skuad PSG yang memang di atas kertas unggul segalanya. Klub milik David Beckham itu baru bisa mulai mengancam di babak kedua.
Total delapan tembakan sempat dilepaskan, tapi hanya tiga yang benar-benar mengarah ke gawang—semuanya dimentahkan oleh Gianluigi Donnarumma, sang tembok kokoh di bawah mistar Les Parisiens.
Di tengah penampilan tim yang terseok, Messi tetap berupaya menjadi motor permainan. Pemilik delapan Ballon d’Or itu mendapat rating tertinggi di timnya, 6,8 versi Whoscored, jauh di atas rekan-rekan setimnya. Dari tiga tembakan Miami yang mengarah ke gawang, dua di antaranya lahir dari kaki La Pulga.
Messi juga mencatat akurasi umpan 89 persen, termasuk dua umpan kunci, serta dua kali melewati lawan lewat aksi dribelnya. Sayangnya, upaya itu seperti menembus dinding raksasa. PSG terlalu tangguh untuk dilawan sendirian.
Statistik tak bisa berdusta. PSG melepaskan 19 tembakan dengan sembilan tepat sasaran—nyaris tiga kali lipat dari Inter Miami. Dominasi ini mengingatkan publik pada final Liga Champions musim lalu, ketika Les Parisiens juga tampil ganas menundukkan Inter Milan.
Messi sendiri menyadari keterbatasan timnya. Usai pertandingan, ia tak menutupi kekagumannya pada sang lawan.
“Ya, laga tadi berjalan sesuai dugaan. Mereka tim besar, jelas mereka adalah juara bertahan Liga Champions. Ini sangat bagus. Itu adalah laga yang kami harapkan, kami mencoba melakukan yang terbaik dan kami meninggalkan kesan yang baik di level Piala Dunia Antarklub,” tutur Messi, dikutip ESPN.
Malam itu, Messi mungkin pulang tanpa kemenangan. Tapi di tribun, ribuan fans Inter Miami tahu, mereka baru saja menyaksikan seorang legenda yang tak pernah lelah mencoba—meski kali ini, sendirian belum cukup.***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau via whatsapp timetoday wa channel



































