TIMETODAY.ID — Seorang ibu muda menyiapkan bekal sekolah anaknya—keripik kentang renyah, roti isi, dan minuman cokelat hangat. Tampaknya menu ini tak jauh berbeda dengan apa yang biasa dikonsumsi jutaan orang setiap harinya. Namun, siapa sangka, di balik kelezatan itu, tersembunyi zat kimia yang diam-diam disebut sebagai “pencetus kanker dalam piring kita.”
Namanya akrilamida, senyawa kimia yang terbentuk ketika makanan kaya pati diproses dalam suhu tinggi—terutama saat digoreng, dipanggang, atau dipanggang kering (toasting). Menurut Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA), zat ini mulai terbentuk ketika suhu memasak melebihi 120°C.
Meski penelitian terus berkembang, akrilamida sudah diklasifikasikan sebagai karsinogen potensial bagi manusia. Banyak lembaga kesehatan global pun menyarankan untuk membatasi konsumsi makanan yang mengandung zat ini.
Berikut adalah makanan-makanan populer yang diam-diam dapat meningkatkan risiko paparan akrilamida:
-
Keripik dan Kentang Goreng: Camilan Favorit, Risiko Tersembunyi
Keripik kentang dan kentang goreng mungkin selalu jadi andalan saat nongkrong atau menonton film. Namun, reaksi antara gula alami dan asam amino dalam kentang saat digoreng pada suhu tinggi menghasilkan kadar akrilamida yang sangat tinggi—bisa mencapai lebih dari 2.000 µg/kg.
Tips aman: Pilih metode pengolahan seperti merebus atau air fryer, serta hindari memasak hingga terlalu cokelat atau gosong.
-
Biskuit dan Kue Kering Kemasan: Manis, Tapi Berisiko
Biskuit renyah yang menemani secangkir teh sore hari mungkin mengandung lebih dari sekadar tepung dan gula. Proses pemanggangan intens di suhu tinggi menciptakan akrilamida, ditambah bahan pengawet dan gula rafinasi.
Alternatif sehat: Kue buatan sendiri berbahan tepung gandum dan rendah gula bisa jadi pilihan yang lebih bijak.
-
Roti Panggang: Semakin Gelap, Semakin Tinggi Risikonya
Roti panggang berwarna kecokelatan gelap tampak menggoda, tapi justru menjadi penanda bahwa akrilamida mulai terbentuk. Semakin gelap hasil pemanggangan, semakin tinggi kadarnya.
Solusi: Panggang roti hingga warna keemasan muda. Roti multigrain yang dipanggang ringan adalah pilihan terbaik.
-
Kopi: Pahitnya Aroma, Jejak Akrilamida
Biji kopi yang dipanggang di suhu tinggi juga tak lepas dari proses pembentukan akrilamida. Meskipun kopi seduh memiliki kadar lebih rendah dibandingkan kopi instan, risiko tetap ada.
Saran ahli: Pilih kopi sangrai ringan atau sedang, dan batasi konsumsi kopi instan.
-
Sereal Sarapan Kemasan: Praktis Tapi Perlu Selektif
Corn flakes dan sereal kemasan lain yang berwarna kecokelatan terbentuk lewat proses pemanggangan intens, yang juga memicu munculnya akrilamida, terutama pada produk tinggi gula.
Pilihan aman: Oat, daliya, atau poha yang dimasak secara tradisional jauh lebih baik untuk kesehatan jangka panjang.
Kesadaran Jadi Kunci
Kanker memang bisa dipicu oleh faktor genetik, namun gaya hidup dan pilihan makanan turut memainkan peran penting. Dalam dunia modern yang serba cepat, kesadaran untuk memahami isi piring kita menjadi hal yang tak bisa ditawar.
Menghindari akrilamida bukan berarti harus sepenuhnya melepaskan kenikmatan makanan. Tapi dengan memilih cara memasak yang lebih aman dan mengurangi intensitas suhu tinggi, kita bisa tetap menikmati makanan tanpa membayar mahal di kemudian hari.
Karena kadang, yang tampak lezat di permukaan… menyimpan ancaman di baliknya.***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau via whatsapp timetoday wa channel





































