Kisah Sayyidah, Mahasiswi Asal Bogor yang Dievakuasi dari Iran di Tengah Konflik

TIMETODAY.ID, BOGOR – Di tengah memanasnya situasi geopolitik di Iran, secercah harapan muncul bagi keluarga Maryamah di Desa Bojong, Kemang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Putrinya, Sayyidah, mahasiswi program doktoral di Universitas Ahlul Bait Teheran, akhirnya berhasil dievakuasi ke Baku, Azerbaijan, setelah lima tahun menempuh studi di negara tersebut.

Sayyidah bukan hanya seorang pelajar, tapi juga anak ketiga dari lima bersaudara yang menjadi kebanggaan keluarganya.

“Ada lima anak, salah satunya Sayyidah nomor tiga. Sekarang sudah di Baku, sudah dievakuasi,” ujar Maryamah (61), ibunda Sayyidah, saat ditemui Kamis (26/6/2025).

Perempuan paruh baya itu tak kuasa menyembunyikan rasa khawatir yang menyelimutinya sejak kabar konflik di Iran mencuat.

“Tentunya kami, terutama seorang ibu ya, sangat khawatir sekali. Tapi kalau Sayyidah selalu bilang, ‘Mamah tenang, mamah tenang.’ Itu saja yang diucapkan,” kata Maryam, berusaha menirukan suara putrinya yang menenangkan.

Sayyidah kini tengah menyusun disertasi dan dijadwalkan menyelesaikan studi pada awal 2026.

Namun, konflik yang meletus menimbulkan ketidakpastian terhadap kelanjutan pendidikannya. Pihak keluarga berharap ada kebijakan agar proses akademiknya bisa dilanjutkan secara daring.

“Tinggal beberapa bulan lagi, awal 2026 beres. Harusnya sudah balik ke Indonesia, cuma ya terjadi seperti ini. Kami mohon pada beliau-beliau yang bersangkutan di sana untuk meminta agar bisa online,” ujar Maryam.

Proses evakuasi pun tak berjalan tanpa tantangan. Sayyidah termasuk dalam gelombang terakhir mahasiswa yang dievakuasi dari Azerbaijan.

“Menurut berita malam itu, hari ini Rabu check out dari hotel, kemudian ada pemberangkatan karena kloter terakhir. Mudah-mudahan hari ini dapat tiket dan nanti siang bisa terhubung lagi,” tutur Maryam.

Ia juga menyebut bahwa Sayyidah tak sendirian. Puluhan mahasiswa Indonesia lainnya ikut dalam proses evakuasi.

“Hari ini katanya yang berangkat sekitar 31 orang. Karena memang di sana itu teman-temannya juga banyak dari Indonesia,” jelasnya.

Meski situasi belum sepenuhnya tenang, Maryam bersyukur putrinya dalam kondisi sehat dan tetap bersemangat. Ia bahkan menyampaikan rencana masa depan Sayyidah sepulang dari Iran.

“Sekarang belum bekerja, tapi kalau pulang ke Indonesia bantu-bantu mengajar di UIN. Sayyidah lulusan UIN dan memang sudah diminta untuk mengajar di sana. Pesantren-pesantren juga banyak yang minta,” ungkap Maryam.

Dengan mata berbinar, ia menutup percakapan dengan sebuah harapan.

“Mudah-mudahan dia pulang dalam keadaan sehat, bisa sukses S3-nya, dan barokah rezekinya,” tuntasnya

Editor: B. Supriyadi

Baca Juga :  Trase Baru Jalan Saleh Danasasmita Mulai Digarap Pekan Ini

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel