TIMETODAY.ID — Tumbuh kembang anak ibarat fondasi bagi masa depannya. Tak hanya soal tinggi badan atau berat ideal, tapi juga soal perkembangan otak, sistem imun, hingga kemampuan belajar. Di sinilah peran orang tua jadi begitu penting, khususnya dalam memastikan asupan nutrisi dan kesehatan saluran pencernaan anak tetap terjaga.
Anak-anak memiliki tiga kebutuhan dasar yang saling berkaitan: Asah, Asih, dan Asuh. Asah mencakup stimulasi seperti mengajak anak bermain dan bicara. Asih adalah kebutuhan emosional, membangun ikatan dan kepercayaan dengan orang tua. Sedangkan Asuh meliputi kebutuhan biologis, termasuk nutrisi dan imunisasi.
Di antara kebutuhan itu, nutrisi punya posisi sentral. Dalam setiap suapan makanan, anak-anak perlu mendapatkan mikronutrien (vitamin, mineral) dan makronutrien (karbohidrat, protein, lemak). DHA, salah satu jenis lemak, jadi sorotan penting karena perannya sebagai komponen utama otak dan retina.
“Jika kebutuhan DHA anak tercukupi, perkembangan otak dan penglihatannya akan bagus. Bahkan DHA membantu anak fokus dan meningkatkan daya ingat saat belajar,” jelas dr. Melia Yunita, MSc, SpA, Dokter Spesialis Anak di Urban Forest, Cipete, Jakarta Selatan.
Namun, nutrisi bergizi tinggi tak akan banyak berarti jika saluran pencernaan anak bermasalah. Dr. Melia menegaskan, “Kalau saluran cernanya nggak sehat, tidak berfungsi dengan baik, percuma kita kasih nutrisi itu. Karena tidak akan terserap dengan baik.”
Ia mengingatkan bahwa 70% sistem imun tubuh anak ada di saluran pencernaan. Artinya, saluran cerna bukan sekadar jalur lewat makanan, tapi benteng utama pertahanan tubuh.
Tak hanya itu, sistem imun ini punya mekanisme unik. “Ada yang namanya GALTS (The Gut-Associated Lymphoid System), mukosa atau selaput pada usus yang berperan dalam mekanisme antibodi,” tambahnya. Maka, menjaga saluran cerna adalah langkah strategis agar anak tidak mudah sakit dan tumbuh optimal.
Sayangnya, beberapa kebiasaan buruk justru sering jadi tantangan. Konsumsi gula berlebih, minuman manis, dan jajanan tak sehat bisa merusak saluran cerna.
“Gula itu zat radang, dia nggak bagus buat metabolisme tubuh kita dan merusak saluran cerna. Jadi coba hati-hati kalau mau beli makanan atau minuman, pastikan baca ingredients-nya. Kita harus jadi moms yang smart,” pesan dr. Melia. Ia juga mengingatkan, anak di bawah 2 tahun sebaiknya tak mengonsumsi gula tambahan seperti sukrosa.
Selain mengontrol asupan gula, menjaga keseimbangan mikrobiota juga penting. Dr. Melia memperkenalkan konsep probiotik dan prebiotik.
“Probiotik itu bakteri baik di saluran cerna. Prebiotik adalah makanan untuk si bakteri baik ini supaya bisa berkembang biak,” katanya. Salah satu contoh prebiotik adalah oligosakarida (FOSGOS).
Agar kebutuhan nutrisi anak sejalan dengan kapasitas lambung mereka, para orang tua disarankan memberi asupan yang bervariasi, mulai dari karbohidrat, protein, lemak, hingga vitamin dan mineral. Dengan begitu, tumbuh kembang anak bisa didukung secara menyeluruh, dan kesehatannya tetap terjaga hingga dewasa nanti.***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau via whatsapp timetoday wa channel





































