Ingin Sehat Sampai Tua? Coba Ubah Pola Makan Jadi Seperti Ini

sehat
Ilustrasi makan sayur (istock)

TIMETODAY.ID — Memiliki tubuh yang sehat dan umur panjang adalah dambaan banyak orang. Namun, tak banyak yang menyadari bahwa kunci untuk mencapainya terletak pada pola makan sehari-hari. Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa apa yang kita konsumsi setiap hari dapat berdampak besar terhadap kesehatan tubuh dan harapan hidup.

Mengutip ulasan dari Healthline, berikut adalah lima pola makan yang bisa menjadi kebiasaan baru demi hidup lebih lama dan bebas penyakit.

1. Jangan Makan Berlebihan

Mengurangi porsi makan ternyata bisa memperpanjang umur. Studi pada hewan mengungkapkan bahwa pemangkasan asupan kalori sebesar 10–50 persen mampu memperpanjang usia maksimal. Hasil serupa juga ditemukan dalam penelitian pada manusia, di mana konsumsi kalori rendah berkaitan erat dengan penurunan risiko penyakit dan angka harapan hidup yang lebih tinggi.

Advertisement

Selain itu, pola makan ini juga membantu mengurangi berat badan berlebih dan lemak perut, dua faktor yang kerap dikaitkan dengan berbagai gangguan kesehatan dan umur pendek.

2. Konsumsi Kacang Lebih Sering

Kacang-kacangan adalah camilan kecil yang penuh manfaat besar. Mengandung protein, serat, antioksidan, dan berbagai vitamin dan mineral penting seperti magnesium, kalium, folat, serta vitamin B6 dan E, kacang terbukti mampu menekan risiko berbagai penyakit kronis.

Baca Juga :  Denyut Jantung Tak Biasa di Pagi Hari? Kenali Penyebabnya

Sebuah studi menemukan bahwa mereka yang mengonsumsi setidaknya tiga porsi kacang (sekitar 28 gram per porsi) dalam seminggu memiliki risiko kematian dini 39 persen lebih rendah dibanding yang tidak.

3. Tambahkan Kunyit dalam Masakan

Sebagai rempah yang lekat dengan budaya kuliner Indonesia, kunyit rupanya menyimpan potensi besar untuk memperpanjang usia. Kandungan aktifnya, kurkumin, memiliki efek antioksidan yang dapat melindungi otak, jantung, dan paru-paru dari kerusakan.

Tak hanya itu, kurkumin juga diyakini mampu menangkal risiko kanker serta penyakit-penyakit degeneratif lain. Studi pada manusia telah membuktikan bahwa konsumsi kunyit secara rutin bisa membantu mencegah penyakit kardiovaskular, diabetes, hingga gangguan neurodegeneratif.

4. Jangan Lupa Sayur

Pola makan berbasis nabati selalu menjadi rekomendasi utama dalam menjaga kesehatan jangka panjang. Konsumsi sayuran dalam jumlah cukup dikaitkan dengan penurunan risiko kematian dini, kanker, penyakit jantung, gangguan metabolik, hingga kerusakan otak.

Dalam sebuah penelitian disebutkan, mereka yang menerapkan pola makan vegetarian atau vegan memiliki risiko kematian 12–15 persen lebih rendah. Risiko kematian akibat kanker, penyakit jantung, hingga gangguan hormonal juga turun signifikan, yakni antara 29 hingga 52 persen.

Baca Juga :  Teh Jahe Gula Aren, Minuman Hangat Penambah Stamina yang Kian Digemari

5. Teh dan Kopi Tanpa Gula? Silakan!

Minuman berkafein seperti kopi dan teh ternyata juga punya manfaat luar biasa bila dikonsumsi tanpa tambahan gula. Teh hijau, misalnya, mengandung katekin dan polifenol yang dapat menurunkan risiko kanker, penyakit jantung, serta diabetes.

Kopi pun punya efek serupa. Penelitian menunjukkan bahwa peminum kopi dan teh memiliki risiko kematian dini 20–30 persen lebih rendah dibanding mereka yang tidak mengonsumsinya. Namun, disarankan untuk membatasi kafein maksimal 400 mg per hari, atau sekitar empat cangkir kopi.

Pola makan sehat tak harus rumit atau mahal. Cukup dengan membangun kebiasaan yang tepat, tubuh bisa menjadi lebih bugar dan risiko kematian dini pun berkurang drastis.

Ingin hidup lebih lama dan sehat? Mungkin saatnya mulai dari isi piringmu.***

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau via whatsapp timetoday wa channel

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel