TIMETODAY.ID — Ikan dikenal sebagai salah satu sumber protein hewani yang murah, mudah didapat, dan kaya gizi. Namun, meskipun sudah menjadi makanan sehari-hari, cara memasaknya kerap kali salah kaprah. Di banyak rumah tangga Indonesia, menggoreng ikan menjadi pilihan utama karena praktis. Sayangnya, metode ini justru bisa merusak nilai gizinya secara signifikan.
“Menggoreng ikan bisa menurunkan kadar omega-3 hingga 70–85 persen. Selain itu, suhu tinggi saat menggoreng—sekitar 150–200 derajat Celcius—juga memicu pembentukan aldehida beracun yang berpotensi menyebabkan kanker dan berbagai penyakit kronis,” ungkap dr. Johannes Chandrawinata, dokter spesialis gizi klinik.
Omega-3 adalah lemak sehat yang terkenal akan manfaatnya bagi jantung dan otak. Kehilangan zat ini tentu menjadi kerugian besar, apalagi jika konsumsi ikan menjadi sumber utama asupan gizi keluarga.
Lantas, bagaimana cara mengolah ikan yang benar agar gizinya tetap maksimal?
1. Kukus, Metode Paling Aman dan Sehat
Mengukus ikan mungkin belum terlalu populer dibanding menggoreng, tapi justru menjadi metode paling dianjurkan oleh para ahli gizi. Proses ini mempertahankan kandungan nutrisi karena tidak menggunakan suhu ekstrem dan tidak membutuhkan tambahan minyak.
Hasilnya, rasa ikan tetap alami, teksturnya lembut, dan gizinya tetap utuh. Cocok bagi mereka yang sedang diet atau memiliki masalah kolesterol.
2. Pindang Ikan: Gurihnya Rasa, Utuhnya Gizi
Pindang ikan adalah salah satu warisan kuliner Nusantara yang kaya cita rasa. Jenis olahan ini banyak ditemukan di Palembang dan sekitarnya, namun telah menyebar ke berbagai daerah di Indonesia.
Karena proses pemasakan menggunakan kuah, hampir seluruh zat gizi dalam ikan tetap terjaga, apalagi jika dikonsumsi bersama kuahnya yang kaya rempah.
3. Pepes Ikan, Cita Rasa Tradisional yang Menjaga Nutrisi
Pepes menjadi alternatif sehat lainnya. Ikan dibungkus daun pisang bersama bumbu-bumbu, lalu dikukus atau dipanggang. Pembungkus daun berfungsi sebagai pelindung alami dari panas langsung, sekaligus menjaga kelembapan daging ikan.
Selain memberi aroma khas, metode ini juga mempertahankan tekstur dan rasa ikan tetap lembut, tanpa perlu menambahkan minyak.
4. Bakar dengan Suhu Rendah, Tetap Lezat tanpa Bahaya
Membakar ikan bisa jadi pilihan, asal dilakukan dengan suhu rendah dan waktu singkat. Pembakaran suhu tinggi yang berlebihan bisa menghasilkan senyawa karsinogenik dan merusak protein ikan.
Solusinya, gunakan api kecil dan pastikan bagian luar ikan tidak terlalu gosong. Metode ini bisa menjadi kompromi bagi pencinta ikan bakar yang tetap ingin menjaga sisi kesehatannya.
Jadi, Ikan Paling Sehat Dimasak Apa?
Jawabannya: bukan digoreng. Dari mengukus hingga memanggang dengan cara cermat, pilihan ada banyak—dan semuanya bisa sama lezatnya. Tinggal bagaimana kita lebih cermat memilih metode memasak agar tidak hanya memanjakan lidah, tapi juga menjaga kesehatan jangka panjang.***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau via whatsapp timetoday wa channel







































