Mengenal 5 Tahapan Penyakit Ginjal Kronis: Dari Tanpa Gejala hingga Gagal Total

ginjal
ilustrasi ginjal (istock)
TIMETODAY.ID Ginjal, dua organ kecil seukuran kepalan tangan, punya peran besar dalam menjaga kesehatan tubuh. Fungsinya tak sekadar menyaring limbah dan racun dari darah, tetapi juga menjaga keseimbangan cairan, tekanan darah, serta kesehatan tulang dan sel darah merah.
Namun, ketika organ vital ini perlahan kehilangan fungsinya, akibatnya bisa fatal.
Penyakit ginjal kronis (PGK) adalah kondisi saat fungsi ginjal menurun secara bertahap dari waktu ke waktu. “Tidak semua penyakit ginjal kronis disebut gagal ginjal, terkecuali sudah memasuki stadium akhir,” tulis Cleveland Clinic dalam laporannya yang dikutip oleh detikHealth.
Ada lima tahapan atau stadium penyakit ginjal kronis, yang ditentukan dari nilai glomerular filtration rate (GFR) — angka yang menunjukkan seberapa baik ginjal menyaring limbah dari darah.
Stadium 1: Tanpa Gejala, Tapi Sudah Ada Tanda
Pada tahap awal ini, fungsi ginjal masih di atas 90 persen. Secara umum, belum ada gejala yang dirasakan. Namun, protein sudah bisa terdeteksi dalam urine. Kerusakan tergolong ringan, tetapi tetap harus diawasi.
Stadium 2: Kerusakan Meningkat, Tapi Masih Sunyi Gejala
Di fase ini, GFR menurun ke angka 60–89 persen. Ginjal mungkin masih bekerja nyaris normal, dan seperti sebelumnya, gejala fisik belum muncul. Namun, protein dalam urine dan tanda-tanda kerusakan fisik mulai tampak.
Stadium 3: Racun Menumpuk, Gejala Mulai Terasa
Ketika fungsi ginjal tinggal 30–59 persen, limbah mulai tertahan dalam tubuh. Pasien bisa merasa lelah, lemah, dan mengalami pembengkakan di tangan atau kaki. “Penyakit ginjal kronis di stadium 3 membuat ginjal seseorang mulai tidak bekerja dengan baik dalam menyaring limbah dan cairan ekstra dari darah,” tulis laporan tersebut.
Tekanan darah tinggi, gangguan tulang, hingga gejala anemia pun bisa muncul.
Stadium 4: Tubuh Kewalahan, Risiko Komplikasi Meningkat
Fungsi ginjal turun drastis ke kisaran 15–29 persen. Penumpukan racun dan cairan semakin parah. Gejala yang biasanya dialami antara lain pembengkakan ekstrem, nyeri punggung bawah, kehilangan nafsu makan, dan kelelahan berkepanjangan. Pada tahap ini, pasien disarankan bersiap menghadapi terapi pengganti ginjal seperti dialisis atau transplantasi.
Stadium 5: Gagal Ginjal Total, Hidup Bergantung Teknologi
Ketika GFR turun di bawah 15 persen, ginjal hampir atau sama sekali tidak berfungsi. Ini adalah tahap paling kritis, disebut juga gagal ginjal. Racun yang tak tersaring bisa membuat pasien sakit parah. “Penumpukan racun dapat membuat pasien sakit parah, dan agar dapat bertahan hidup, pasien mungkin memerlukan dialisis atau transplantasi ginjal,” demikian penjelasan detikHealth.
Gejala khas termasuk mual, muntah, kehilangan nafsu makan, kelelahan parah, dan pembengkakan ekstrem di kaki.
Kesadaran adalah Kunci
Meski kerusakan ginjal sering kali datang tanpa gejala, kesadaran untuk melakukan pemeriksaan dini bisa menyelamatkan nyawa. Tes urine dan darah rutin dapat mendeteksi protein atau kreatinin dalam kadar yang tak wajar — sinyal awal yang patut diwaspadai.
Karena seperti banyak penyakit kronis lainnya, gagal ginjal tidak datang tiba-tiba. Ia memberi tanda, perlahan tapi pasti. Dan memahami tahapannya adalah langkah pertama untuk melawan.***

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau via whatsapp timetoday wa channel

Baca Juga :  Ginjal Terancam Rusak Jika Masih Melakukan 7 Kebiasaan Pagi Ini

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel