Waspada Salah Kira, Begini Sebenarnya Cara Gen Cerdas Diturunkan ke Anak

cerdas
Ilustrasi ibu dan anak (iStock)

TIMETODAY.ID — Saat seorang anak tumbuh menjadi pribadi yang cerdas, seringkali kita bertanya-tanya: siapa yang mewariskan kecerdasan itu—ayah atau ibu? Ternyata, jawabannya kini semakin terang.

Penelitian terbaru yang dipublikasikan di Psychology Spot mengungkapkan bahwa peran ibu dalam mewariskan kecerdasan pada anak jauh lebih besar dibandingkan ayah. Temuan ini membawa perspektif baru dalam memahami bagaimana genetik dan kecerdasan saling berkaitan dalam keluarga.

Penelitian dilakukan dengan melibatkan lebih dari 12.600 remaja berusia antara 14 hingga 22 tahun. Mereka diminta menjawab berbagai pertanyaan terkait ras, tingkat pendidikan, latar sosial ekonomi, serta faktor-faktor lingkungan lainnya. Data yang sama juga dikumpulkan dari para ibu.

Advertisement

Dari studi ini, para peneliti menyimpulkan bahwa wanita cenderung lebih berperan dalam meneruskan gen kecerdasan kepada anak. Alasannya sederhana namun menarik: gen kecerdasan diperkirakan tersimpan dalam kromosom X, dan perempuan memiliki dua kromosom X, sementara laki-laki hanya memiliki satu.

Baca Juga :  Top 7 Negara Penghasil Cokelat Terbesar di Dunia yang Penuhi Pasar Global

Dengan begitu, perempuan punya peluang dua kali lebih besar dalam mewariskan kecerdasan. “Jika gen yang sama diwarisi dari ayah, gen tersebut akan dinonaktifkan. Jelas, gen lain bekerja sebaliknya, hanya diaktifkan jika berasal dari ayah,” tulis peneliti dalam jurnal Psychology Spot, dikutip Sabtu (7/6/2025).

Namun, bukan berarti kontribusi ayah bisa diabaikan. Penelitian itu juga menegaskan bahwa ayah turut mewariskan berbagai sifat penting seperti intuisi dan emosi—dua komponen yang tak kalah penting dalam menunjang kecerdasan emosional dan sosial anak. “Warisan ini juga menjadi kunci untuk membuka kecerdasan potensial anak,” ungkap laporan tersebut.

Baca Juga :  Ibu di Jatiasih Tersungkur Akibat Jambret, Polisi Bertindak Cepat

Meski gen dari ibu membawa pengaruh kuat, para ilmuwan tetap menekankan bahwa lingkungan dan pola pengasuhan dari kedua orang tua memainkan peran yang sama pentingnya. Dengan kata lain, genetik bukan satu-satunya faktor. Lingkungan yang mendukung, pendidikan yang baik, serta kasih sayang yang cukup juga menjadi bahan bakar utama bagi tumbuh kembang kecerdasan anak.

Jadi, saat kita melihat seorang anak cemerlang dalam pelajaran atau cepat menyerap informasi, ingatlah bahwa itu bisa jadi hasil kerja sama antara warisan gen sang ibu dan peran aktif dari kedua orang tuanya. Karena membesarkan anak cerdas bukan hanya soal gen, tapi juga soal hati dan lingkungan.***

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau via whatsapp timetoday wa channel

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel