TIMETODAY.ID, BOGOR – Kabupaten Bogor bersiap menyambut Hari Jadi Bogor (HJB) ke-543 dengan berbagai perayaan. Di bawah kepemimpinan pasangan Bupati dan Wakil Bupati Rudy Susmanto-Ade Yasin, peringatan tahun ini dirancang sebagai wadah pertemuan antara kekayaan budaya dan penguatan ekonomi rakyat.
Rangkaian kegiatan akan dipusatkan di Stadion Pakansari, Cibinong, pada 11 hingga 22 Juni 2025, usai Hari Raya Idul Adha.
Namun, atmosfer perayaan mulai terasa sejak awal bulan. Selasa, 3 Juni 2025, Pemkab Bogor mengawali HJB dengan upacara dan rapat paripurna bersama DPRD dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).
Tak lama berselang, pada 5 Juni, dentuman bedug akan memecah keheningan pagi dalam parade akbar di Pakansari, sebuah pembuka yang mengisyaratkan semangat besar menyongsong helaran budaya masif yang akan melibatkan 419 desa, 19 kelurahan, dan 40 kecamatan.
Helaran itu akan mengambil rute ikonik dari Lapangan Tegar Beriman hingga kembali ke Stadion Pakansari, menjadi representasi lintas wilayah dan lintas lapisan masyarakat Kabupaten Bogor.
“Perayaan HJB ke-543 ini bukan hanya pesta ulang tahun. Ini momentum strategis untuk membangun sinergi antara pelestarian budaya dan pemberdayaan ekonomi masyarakat,” ujar Bupati Bogor Rudy Susmanto, Selasa (3/6/2025).
Menurut Rudy, tema besar yang diusung tahun ini adalah kolaborasi lintas sektor, pemerintah, pelaku UMKM, komunitas budaya, dan masyarakat lua dalam mendorong kemajuan Kabupaten Bogor.
“Ini adalah perayaan pertama di bawah kepemimpinan kami, Rudy-Ade. Kami ingin memastikan bahwa peringatan HJB menjadi ajang yang benar-benar menyentuh rakyat.
Rudy menyampaikan bahwa melalui kegiatan tersebut, ia ingin mendorong pertumbuhan ekonomi rakyat. Para pelaku UMKM pun diundang untuk tampil, sementara berbagai elemen masyarakat dirangkul dalam rangka merayakan identitas Bogor.
Bukan hanya pertunjukan budaya yang ditonjolkan. Pemkab Bogor juga telah menyiapkan area khusus untuk pameran dan bazar UMKM.
Produk-produk lokal seperti kuliner tradisional, kerajinan tangan, fesyen khas daerah, hingga hasil pertanian olahan akan meramaikan stan-stan di arena Pakansari. Ini adalah strategi untuk menarik kunjungan warga dari luar daerah sekaligus membuka peluang pasar baru bagi pelaku usaha kecil.
Rudy berharap, melalui pendekatan budaya dan ekonomi kreatif, perayaan HJB tahun ini bisa menjadi motor penggerak pembangunan yang berkelanjutan. Tak hanya sekadar menjadi agenda tahunan, tetapi juga tonggak penyatuan identitas dan semangat gotong royong warga Bogor.
“Yang ingin kami bangun adalah Bogor yang lebih maju, aman, adil, dan makmur. Dan semua itu tidak bisa dicapai tanpa melibatkan kekuatan budaya dan rakyat sebagai pondasinya,” pungkas Rudy.
Editor : B. Supriyadi





































