Balita Pencetak Rekor IQ Tertinggi Ini Sudah Paham Tabel Periodik dan Alfabet Yunani

balita
ilustrasi Balita Pencetak Rekor IQ Tertinggi Ini Sudah Paham Tabel Periodik dan Alfabet Yunani (istock)
TIMETODAY.ID — Di usia yang baru menginjak dua tahun, Joseph Harris-Birtill, seorang bocah balita asal Inggris, mencuri perhatian dunia. Bukan karena tingkah lucunya seperti anak-anak seusianya, melainkan karena kemampuannya yang luar biasa: membaca buku lengkap dengan suara lantang, menghitung dalam lima bahasa, dan menunjukkan minat tinggi pada hal-hal kompleks seperti tabel periodik, alfabet Yunani, hingga kode morse.
Melansir Science Alert, kemampuan intelektual Joseph jauh melampaui usianya. Tak heran jika sang orang tua, Rose dan David, merasa perlu mencari bimbingan untuk membantu mengembangkan potensi anak mereka yang langka ini. Keduanya lalu menghubungi cabang Mensa Inggris—organisasi eksklusif bagi individu dengan IQ tertinggi di dunia.
Respons Mensa pun luar biasa. Tak hanya memberikan panduan, organisasi ini juga menyambut Joseph sebagai anggota resminya. Ia bahkan dinobatkan sebagai anggota termuda dalam sejarah organisasi tersebut.
Joseph kini mencatatkan rekor sebagai balita dengan IQ tertinggi di dunia, menyalip Isla McNabb dari Amerika Serikat, yang tahun lalu meraih gelar serupa pada usia 2 tahun 195 hari. Joseph resmi bergabung dengan Mensa saat usianya baru 2 tahun 182 hari.
“Jelas bahwa ia [Joseph] adalah makhluk kecil yang luar biasa. Ia pertama kali berguling pada usia 5 minggu, mengucapkan kata pertamanya pada usia 7 bulan, dan membaca buku pertamanya dengan suara nyaring dari awal hingga akhir pada usia 1,5 tahun,” ujar Rose, sang ibu, dalam wawancara bersama Vicki Newman dari Guinness World Records.
Keajaiban tak berhenti di situ. Pada usia dua tahun, Joseph sudah mampu duduk membaca selama 10 menit penuh, menghitung hingga 10 dalam lima bahasa berbeda, serta melakukan hitungan maju dan mundur hingga lebih dari angka 100.
Padahal, dalam perkembangan anak secara umum, kemampuan berbicara baru muncul sekitar usia 12 bulan, dan keterampilan membaca baru terlihat saat anak memasuki usia sekolah dasar, sekitar lima tahun.
“Kami berharap prestasi ini dapat memberinya rasa bangga saat ia dewasa nanti. Ini adalah penghargaan yang sangat tidak biasa dan semua pujian itu miliknya,” ujar Rose lagi dengan bangga.
Fenomena seperti Joseph memang sangat jarang. Diperkirakan hanya 5-10 juta balita di seluruh dunia yang memiliki potensi intelektual serupa, dan itu pun terjadi karena kombinasi kompleks antara genetik dan lingkungan yang sangat mendukung.
Kisah Joseph Harris-Birtill menjadi pengingat bahwa keajaiban bisa hadir dalam bentuk paling sederhana—seorang bocah kecil yang duduk tenang dengan buku tebal di pangkuannya, menyuarakan kata demi kata yang bahkan belum dikenali anak-anak lain seusianya.***

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau via whatsapp timetoday wa channel

Baca Juga :  Jadi Pemasok MBG, Perajin Telur Asin di Madiun Kewalahan Penuhi Pesanan

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel