
TIMETODAY.ID, RAFAH – 31 warga Palestina tewas dan puluhan lainnya luka-luka dalam insiden penembakan yang diduga dilepaskan pasukan Israel saat mereka berkumpul untuk menerima bantuan makanan di Jalur Gaza, Minggu (1/6/2025). Informasi tersebut disampaikan pihak rumah sakit lapangan Palang Merah serta saksi mata yang berada di lokasi.
Menurut saksi, pasukan Israel melepaskan tembakan ke arah kerumunan sekitar satu kilometer dari lokasi distribusi bantuan yang dikelola oleh yayasan.
“Ada tembakan dari segala arah, dari kapal perang, tank, dan drone,” kata Amr Abu Teiba, salah satu saksi mata dikutip dari beritasatu.com.
sedikitnya 10 jenazah dan sejumlah korban luka, termasuk perempuan. Korban bahkan dibawa ke rumah sakit menggunakan kereta dorong.
Saksi lain, Ibrahim Abu Saoud, menyatakan bahwa penembakan terjadi dari jarak sekitar 300 meter.
“Saya melihat seorang pemuda tewas di tempat karena luka tembak,” katanya.
Mohammed Abu Teaima (33) juga menuturkan bahwa pasukan Israel menembak langsung ke arah warga.
“Sepupu saya tertembak di dada dan meninggal seketika,” ujarnya.
Rumah sakit lapangan Palang Merah melaporkan sedikitnya 21 orang tewas dan 175 lainnya terluka, meski mereka tidak menyebut pihak yang bertanggung jawab atas penembakan tersebut.
Seorang jurnalis Associated Press yang berada di lokasi menyaksikan langsung puluhan korban luka yang sedang dirawat.
Militer Israel belum memberikan tanggapan resmi terkait insiden ini. Sementara itu, yayasan penyelenggara distribusi menyatakan bahwa mereka menyalurkan bantuan kemanusiaan pada Minggu pagi tanpa insiden.
Mereka membantah laporan tentang kekacauan maupun kekerasan di lokasi distribusi yang berada di zona militer Israel dengan akses terbatas. Yayasan juga menegaskan bahwa kontraktor keamanan swasta yang menjaga lokasi tidak melepaskan tembakan.
Insiden ini terjadi di tengah pelaksanaan sistem distribusi bantuan baru yang dikoordinasikan oleh Israel dan Amerika Serikat.
Sistem ini bertujuan mencegah penyalahgunaan bantuan oleh Hamas, meskipun belum ada bukti kuat terkait klaim tersebut.
Namun, PBB dan organisasi kemanusiaan menolak sistem ini, karena dianggap melanggar prinsip kemanusiaan dan berpotensi memicu pengungsian massal.
Sebelumnya, pejabat kesehatan lokal menyebut enam orang tewas dan lebih dari 50 lainnya luka-luka dalam insiden serupa. Meski Israel telah melonggarkan blokade terhadap Gaza, pengiriman bantuan masih terkendala pembatasan, kerusakan infrastruktur, dan pelanggaran hukum.
PBB memperingatkan bahwa Gaza menghadapi risiko kelaparan massal jika bantuan tidak segera didistribusikan dalam jumlah besar.
Editor : B. Supriyadi
Baca Juga : Tindaklanjuti Pernyataan Presiden di PBB, Kemenag Siapkan Pesantren untuk Anak Palestina
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau via whatsapp timetoday wa channel







































