Jaring Laba-Laba di Langit Rusia: Saat 117 Drone Ukraina Mengguncang Negeri Musuh

Ukraina
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy (Foto: Reuters: Valentyn Ogirenko)

TIMETODAY.ID — Di balik operasi militer paling ambisius yang pernah dilancarkan Ukraina sejak invasi Rusia, ada kisah rumit dan penuh perhitungan: serangan udara terbesar jarak jauh yang melibatkan 117 drone terhadap empat pangkalan udara Rusia.

Dinamai Spider’s Web—atau Jaring Laba-laba—oleh Dinas Keamanan Ukraina (SBU), operasi ini diklaim berhasil merusak sepertiga kekuatan udara strategis Rusia.

“117 drone digunakan dalam operasi ini,” ujar Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky dalam pernyataan resminya yang dikutip BBC, Senin (2/6/2025). “Masing-masing drone memiliki pilotnya sendiri.”

Advertisement

Dalam unggahan media sosialnya, Zelensky memberi penghormatan khusus kepada Kepala SBU, Vasyl Maliuk, yang disebutnya sebagai otak di balik operasi yang “benar-benar cemerlang”. Ia juga mengungkapkan fakta mengejutkan: pusat komando operasi tersebut berada sangat dekat dengan markas FSB, badan intelijen utama Rusia.

“Yang paling menarik—dan ini bisa saya katakan secara terbuka—’kantor’ operasi kami di wilayah Rusia terletak tepat di sebelah FSB Rusia, di salah satu wilayah mereka,” ungkap Zelensky.

Disusun Selama 1,5 Tahun: Serangan dari Dalam Rusia

Serangan ini bukan hasil strategi kilat. Menurut sumber dalam SBU, butuh satu setengah tahun untuk mempersiapkan semuanya. Prosesnya melibatkan penyelundupan drone FPV ke Rusia, disamarkan dalam kabin kayu yang dipasang di atas truk. Atap kabin dirancang agar bisa dibuka dari jarak jauh. Begitu tiba di sekitar pangkalan udara Rusia, drone disembunyikan di dalamnya dan diterbangkan pada saat yang telah ditentukan.

Baca Juga :  Indonesia Desak Barat Hilangkan Retorika Anti Rusia

“Pada saat yang tepat, atap dibuka dari jarak jauh, dan pesawat nirawak lepas landas untuk menyerang pesawat pengebom Rusia,” jelas sumber tersebut kepada BBC.

Pangkalan yang menjadi target tersebar di penjuru Rusia—bahkan ada yang ribuan kilometer dari Ukraina. Keempatnya adalah:

  • Belaya, oblast Irkutsk, Siberia
  • Olenya, oblast Murmansk, Rusia barat laut
  • Dyagilevo, oblast Ryazan, Rusia tengah
  • Ivanovo, oblast Ivanovo, Rusia tengah

Pesawat yang jadi sasaran antara lain pembom strategis berkemampuan nuklir Tu-95 dan Tu-22M3, serta pesawat peringatan dini A-50. SBU memperkirakan kerusakan strategis akibat serangan ini mencapai nilai fantastis: sekitar 7 miliar dolar AS.

Rusia Bereaksi: Serangan atau Terorisme?

Sementara Ukraina merayakan keberhasilan taktis, Rusia menyebutnya “tindakan teroris”. Kementerian Pertahanan Rusia mengklaim berhasil menangkis semua serangan terhadap pangkalan udara di Ivanovo, Ryazan, dan Amur, meskipun pangkalan Amur tidak disebut oleh SBU.

Baca Juga :  Salat Id Dilarang di Masjid Al-Aqsa, Warga Palestina Cari Alternatif Ibadah

Namun pengakuan berbeda datang dari wilayah Irkutsk dan Murmansk, di mana beberapa pesawat dikabarkan terbakar. Gubernur Irkutsk, Igor Kobzev, membenarkan bahwa serangan ke pangkalan Belaya diluncurkan dari sebuah truk. Beberapa media Rusia juga menguatkan laporan ini, menyebut drone “tiba-tiba muncul” dari kendaraan kargo.

“Semua api berhasil dipadamkan, tidak ada korban jiwa,” kata Kementerian Pertahanan Rusia, sembari menyebut sejumlah pelaku telah ditahan.

Serangan Balasan dan Perundingan Damai

Di sisi lain, Ukraina juga melaporkan adanya serangan besar-besaran berupa drone dan rudal dari pihak Rusia pada malam hari yang sama. Kedua belah pihak terus saling meluncurkan serangan meskipun di waktu yang bersamaan, negosiator Rusia dan Ukraina tengah menuju Istanbul, Turki, untuk perundingan damai putaran kedua.

Dalam bayang-bayang ledakan dan strategi tersembunyi, operasi Jaring Laba-laba menjadi simbol baru dari konflik dua negara—bukan sekadar tentang wilayah, tetapi tentang kecanggihan, kesabaran, dan taktik perang gerilya abad ke-21.***

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau via whatsapp timetoday wa channel

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel