TIMETODAY.ID — Menjelang datangnya bulan Zulhijah, umat Islam di Indonesia tengah menantikan hasil Sidang Isbat yang akan menentukan kapan jatuhnya 1 Zulhijah 1446 Hijriah (H). Sidang yang digelar Kementerian Agama (Kemenag RI) ini menjadi momen penting karena hasilnya akan langsung menentukan tanggal perayaan Hari Raya Iduladha 2025, yang diperingati setiap 10 Zulhijah.
Sidang Isbat kali ini dijadwalkan berlangsung pada Selasa, 27 Mei 2025, bertepatan dengan 29 Zulkaidah. Bertempat di Auditorium HM. Rasjidi, Kemenag RI, Jakarta Pusat, sidang ini juga didukung dengan pemantauan hilal di 114 titik di seluruh Indonesia.
Sebelum sidang dimulai, rangkaian kegiatan akan diawali dengan seminar terbuka mengenai posisi hilal yang dimulai pukul 16.00 WIB. Seminar ini akan disiarkan secara langsung melalui kanal resmi Kemenag RI dan Bimas Islam TV, dan dihadiri oleh berbagai tokoh penting, mulai dari perwakilan duta besar negara sahabat, Ketua Komisi VIII DPR RI, Mahkamah Agung, hingga para pakar ilmu falak dari organisasi keagamaan Islam dan lembaga ilmiah seperti BMKG, BIG, BRIN, Observatorium Bosscha ITB, serta Planetarium Jakarta.
Tahapan berikutnya adalah Sidang Isbat secara tertutup yang dimulai pukul 18.15 WIB. Pada saat ini, Kemenag akan menerima laporan hasil rukyatul hilal dari berbagai daerah beserta data hisab terkait posisi hilal.
Direktur Urusan Agama Islam dan Bina Syariah Kemenag RI, Arsad Hidayat, menjelaskan, “Hasil rukyatulhilal dari berbagai daerah, beserta data hisab mengenai posisi hilal, akan dibahas dalam sidang isbat. Keputusan yang dihasilkan akan menjadi dasar penetapan awal Zulhijah 1446 H sekaligus penentuan Hari Raya Iduladha 2025.”
Setelah sidang selesai, hasil keputusan akan diumumkan melalui konferensi pers yang dijadwalkan pukul 19.05 WIB dan juga disiarkan secara langsung.
Jika keputusan menetapkan 1 Zulhijah 1446 H jatuh pada Rabu, 28 Mei 2025, maka umat Islam akan merayakan Hari Raya Iduladha pada Jumat, 6 Juni 2025.
Sidang Isbat ini menjadi titik krusial yang tak hanya menegaskan kalender keagamaan umat Islam, tapi juga menunjukkan sinergi antara ilmu agama dan teknologi modern dalam menentukan waktu ibadah penting.***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau via whatsapp timetoday wa channel





































