Tikus Raksasa dari Papua Nugini: Penemuan Spektakuler Setelah 30 Tahun

tikus
Foto: František Vejmělka
TIMETODAY.ID — Di tengah kabut abadi dan hutan pegunungan yang belum terjamah di Papua Nugini, seekor makhluk malam berbulu lebat berlarian di atas dahan pohon. Ia tampak lincah, meski tubuhnya hampir sebesar kucing dewasa. Dengan panjang mencapai 85 cm, cakar setajam 8 cm, dan bulu tebal menyelimuti tubuh, makhluk ini bukanlah tikus biasa.
Dialah tikus wol subalpin (Mallomys istapantap), spesies pengerat langka yang akhirnya tertangkap kamera setelah tiga dekade hanya dikenal dari lembaran katalog museum.
Jejak dari Puncak Gunung Wilhelm
Penemuan mengagumkan ini dilakukan oleh František Vejmělka, seorang ilmuwan dari Biology Center of the Czech Academy of Sciences dan University of South Bohemia, Republik Ceko. Selama enam bulan, ia dan timnya menantang alam liar, bermitra dengan suku-suku setempat, dan mendaki puncak tertinggi Papua Nugini: Gunung Wilhelm yang menjulang setinggi 4.509 meter.
Dari ketinggian sekitar 3.700 meter, di antara hutan berkabut dan padang rumput sejuk, kamera perangkap mereka merekam makhluk yang selama ini hanya menjadi mitos di kalangan peneliti.
“Sungguh mengherankan bahwa hewan sebesar dan mencolok seperti itu masih sangat kurang dipelajari. Berapa banyak lagi yang bisa ditemukan tentang keanekaragaman hayati pegunungan tropis?” ujar Vejmělka dengan takjub, dikutip dari Daily Mail.
Sebesar Kucing, Tapi Tak Pernah Difoto
Pertama kali dikenali secara ilmiah pada 1989 dari spesimen museum, tikus wol subalpin belum pernah terekam hidup hingga sekarang. Ukurannya mengesankan—dengan rata-rata panjang 70 cm dan berat hingga 4,5 kilogram, ia berada di kasta tertinggi hewan pengerat dalam keluarga murine.
Spesies ini tergolong nokturnal dan sangat sulit dijangkau. Siang hari ia bersembunyi di liang bawah tanah atau pohon, sementara malam digunakan untuk memanjat dan mencari makan. Dietnya? Hanya tanaman.
“Ini adalah catatan spesimen pertama dalam 30 tahun untuk mamalia spektakuler yang kurang dikenal dunia sains,” kata Vejmělka.
Lebih dari Penemuan, Ini Penghormatan
Lebih dari sekadar temuan ilmiah, ekspedisi ini juga mencatat penghormatan terhadap pengetahuan lokal. Vejmělka menggandeng masyarakat adat untuk mengungkap perilaku, pergerakan, serta ekologi tikus wol. Rekaman dan foto habitatnya memperkaya pemahaman tentang bagaimana spesies ini hidup dan bertahan di dataran tinggi yang keras.
“Gambar dan video perangkap kamera, serta foto habitat dan perburuan dengan penduduk asli, memperdalam pemahaman kita tentang pola aktivitas, pergerakan, pola makan, dan ekologi perilaku tikus wol,” jelasnya.
Bukan yang Terbesar, Tapi Paling Misterius
Meski ukurannya luar biasa, tikus wol subalpin bukanlah yang terbesar di dunia. Gelar itu masih dipegang oleh tikus berkantung Gambia yang bisa mencapai panjang 90 cm. Namun, misteri dan keberadaannya yang nyaris mitologis menjadikan Mallomys istapantap sebagai simbol dari seberapa banyak alam liar yang belum kita kenal.
Spesies seperti ini mengingatkan kita bahwa dunia masih menyimpan banyak rahasia, terutama di wilayah pegunungan tropis yang belum tersentuh. Dan siapa tahu, mungkin di balik awan berikutnya, ada makhluk lain yang tengah menunggu untuk ditemukan.***

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau via whatsapp timetoday wa channel

Baca Juga :  Rumah Tiba-tiba Banyak Tikus? Kenali 4 Tanda Awalnya Sebelum Terlambat

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel