
TIMETODAY.ID, DEPOK — Di sebuah rumah sederhana yang kini menjadi sekretariat baru di Kelurahan Grogol, Kecamatan Limo, semangat muda dan gagasan segar berkumpul dalam sebuah forum konsolidasi. Hari itu, Minggu (18/5), Lembaga Studi Visi Nusantara (LS Vinus) Kota Depok mengundang sejumlah tokoh, aktivis, dan akademisi dalam pertemuan hangat yang bertujuan lebih dari sekadar perkenalan.
Di balik diskusi dan silaturahmi, terselip satu misi besar: memetakan suara masyarakat dalam 100 hari pertama pemerintahan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Depok periode 2025–2030.
Koordinator LS Vinus Kota Depok, Jihan Fauziyah, membuka kegiatan dengan semangat membangun sinergi. Ia menekankan bahwa konsolidasi ini bukan hanya ruang bertukar pikiran, tetapi juga ajang memantapkan arah langkah pengurus baru.
“Konsolidasi ini kami jadikan sebagai ajang untuk menyampaikan beberapa agenda LS Vinus Kota Depok ke depan, yang mana pada bulan Mei hingga awal Juni, salah satunya ialah survei 100 hari mengenai kinerja Pemerintah Kota Depok,” ujar Jihan dalam sambutannya.
Bagi Jihan, eksistensi LS Vinus bukan sekadar simbol kehadiran lembaga, tetapi juga tanggung jawab sosial untuk menjembatani aspirasi warga. Ia menyoroti betapa terbatasnya pengetahuan masyarakat tentang program-program pemerintah yang seharusnya menyentuh langsung kehidupan mereka sehari-hari.
“Masyarakat Kota Depok hari ini masih minim pengetahuan akan program-program dari Pemerintah Kota. Harapannya, melalui survei yang akan dilaksanakan oleh LS Vinus Kota Depok, bisa menjadi wadah agar tersampaikannya aspirasi masyarakat serta memberikan informasi mengenai program-program Pemerintah Kota Depok baik yang sudah, maupun yang akan dijalankan,” tandasnya.
Suasana semakin hidup ketika Yusfitriadi, pendiri Yayasan Visi Nusantara Maju yang juga dikenal sebagai pengamat politik dan kebijakan publik, turut memberikan arahan. Dalam pandangannya, momen konsolidasi ini sangat strategis dalam konteks transisi kepemimpinan di Depok.
“Konsolidasi LS Vinus Kota Depok kali ini amat strategis. Pertama, dalam perspektif isu, sama-sama kita pahami tanggal 31 Mei 2025 tepat 100 hari kerja pemerintahan Supian Suri dan Chandra sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota Depok. Jangan sampai hanya mampu ganti rezim PKS, namun tidak banyak perubahan di Kota Depok atau hanya sekadar program-program simbolis dan atributif saja tanpa menyelesaikan permasalahan-permasalahan pundamental,” tegas Yusfitriadi.
Sebagai bentuk kontrol sosial, LS Vinus berencana merilis survei tingkat kepuasan masyarakat pada 4 Juni 2025. Survei ini diharapkan menjadi tolok ukur publik terhadap gebrakan awal pemerintahan baru. Lebih dari itu, ini juga menjadi cerminan bagaimana warga Kota Depok memaknai perubahan.
Yusfitriadi juga tak menyembunyikan rasa bangganya terhadap kepengurusan baru LS Vinus yang kini dipimpin oleh seorang perempuan muda yang dinilainya penuh energi dan visi.
“Dalam kesempatan ini, saya amat sangat bersyukur dan bangga atas lahirnya kepengurusan baru LS Vinus Kota Depok yang dinakhodai oleh seorang perempuan yang sangat energik. Semoga kepengurusan baru ini bisa terus menguatkan kapasitas dan merawat nalar kritis dalam upaya menyebarkan hal-hal positif,” tuturnya.
Dengan berdirinya kantor baru, LS Vinus berharap dapat menjadi ruang bertumbuhnya gerakan-gerakan pemikiran dan aktivitas progresif. Tak sekadar menjadi penonton atas dinamika kota, tapi ikut berperan aktif mendorong arah kebijakan yang berpihak pada kepentingan publik.
Di balik pertemuan itu, mengalir harapan besar: agar kritik tetap hidup, suara masyarakat tak dibungkam, dan perubahan bukan sekadar janji, tetapi juga hadir dalam kerja nyata.***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau via whatsapp timetoday wa channel




































