TIMETODAY.ID — Ketika membeli sushi kemasan di restoran atau supermarket, kamu mungkin pernah melihat potongan plastik hijau menyerupai rumput yang diselipkan di antara potongan sushi. Sekilas tampak seperti hiasan semata, namun benda kecil ini ternyata punya sejarah dan fungsi penting dalam tradisi kuliner Jepang.
Disebut Haran atau Baran
Plastik hijau tersebut dikenal dengan nama haran atau baran, istilah yang merujuk pada jenis tanaman asli Jepang. Dalam versi aslinya, haran merupakan daun dari tanaman tertentu yang digunakan untuk memisahkan makanan. Namun, seiring waktu, versi sintetis atau plastik mulai digunakan terutama pada makanan kemasan seperti sushi dan bento.
Menurut Eric C. Rath, profesor sejarah Jepang dari University of Kansas, haran dikenal di Barat sebagai “cast iron plant” karena ketahanannya yang luar biasa. Sementara dalam konteks kuliner, fungsinya lebih dari sekadar estetika.
Sudah Digunakan Sejak Zaman Edo
Meskipun kini dibuat dari plastik, konsep penggunaan haran sudah ada sejak berabad-abad lalu. Nancy Singleton Hachisu, seorang jurnalis makanan, mencatat bahwa masyarakat Jepang sejak lama menggunakan unsur alam seperti bunga, daun, dan ranting untuk melapisi dan memisahkan makanan dalam wadah.
Tradisi ini semakin populer pada masa Edo (1603–1864), di mana wilayah Kansai menggunakan haran asli, sementara Kanto memakai daun bambu (sasanoha) sebagai pembatas makanan. Pada era 1960-an, seiring meningkatnya produksi massal sushi akibat pertumbuhan ekonomi Jepang, versi plastik mulai diperkenalkan untuk kepraktisan dan efisiensi.
Fungsi Haran dalam Sushi Kemasan
- Sebagai Pemisah Makanan
Salah satu fungsi utama haran adalah memisahkan potongan sushi yang memiliki rasa atau kandungan berbeda. Misalnya, ikan berminyak seperti makarel dapat mengeluarkan minyak yang bisa memengaruhi rasa ikan lain jika bersentuhan langsung. Haran menjaga agar rasa masing-masing potongan tetap terjaga. - Mencegah Kontaminasi Bakteri
Selain sebagai pemisah, haran juga membantu menjaga kebersihan makanan. Meski tidak bersifat antibakteri secara langsung, penggunaannya bisa mencegah pertukaran cairan atau kontak langsung antar bahan makanan yang bisa memicu pertumbuhan bakteri. - Menambah Nilai Estetika
Di luar fungsinya yang praktis, haran juga memberikan nilai visual. Warna hijau cerah dan bentuknya yang menyerupai rumput membuat tampilan sushi lebih segar dan menarik. Desain bergerigi juga dibuat menyerupai bentuk daun asli yang tidak rata.
Simbol Tradisi yang Bertahan di Era Modern
Meski kini lebih banyak hadir dalam bentuk sintetis, kehadiran haran dalam sushi kemasan adalah jejak dari tradisi panjang dalam budaya makan Jepang. Ia bukan sekadar ornamen, melainkan bagian dari filosofi makanan yang mengedepankan kebersihan, keindahan, dan keutuhan rasa.
Jadi, saat kamu membuka kemasan sushi dan menemukan si “rumput plastik” itu, kamu sebenarnya sedang menyaksikan warisan tradisi kuliner Jepang yang telah beradaptasi dengan zaman.***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau via whatsapp timetoday wa channel







































