
TIMETODAY.ID, BOGOR – Pagi itu, langit di barat Kabupaten Bogor masih berselimut kabut tipis. Di tengah udara sejuk Kecamatan Jasinga, dua pemimpin daerah, Bupati Bogor Rudy Susmanto dan Wakil Bupati Jaro Ade memulai perjalanan kerja.
Keduanya, menyusuri titik-titik yang selama ini jarang tersentuh, membawa harapan bagi masyarakat di wilayah barat yang kerap merasa terpinggirkan.
Langkah pertama keduanya terhenti di sebuah pemakaman di Desa Kalongsawah. Di sanalah makam tokoh Garisul berada, sosok yang dikenang sebagai penjaga nilai-nilai leluhur.
Ziarah menjadi penanda, pembangunan tidak melulu soal infrastruktur, tapi juga tentang merawat ingatan dan menghormati akar budaya.
Dari pemakaman, rombongan bergeser ke lokasi yang menyimpan luka sekaligus semangat, sebuah SD yang sempat terbakar beberapa waktu lalu.
Di sana, suara tawa anak-anak kembali terdengar, kali ini karena kunjungan membawa perlengkapan sekolah dan makanan bergizi yang dibagikan secara gratis.
“Kami ingin anak-anak tetap semangat belajar, meski pernah mengalami musibah. Pendidikan adalah fondasi masa depan,” ujar Rudy, Rabu (23/04/2025).
Tapi bukan hanya sekolah yang menjadi perhatian. Hati masyarakat Bogor Barat tengah berdebar menyambut pembangunan kembali Pendopo Kawedanan Jasinga, bangunan bersejarah yang dulunya menjadi pusat budaya dan pemerintahan adat.
“Pembangunan sudah masuk hari keempat. Untuk tahap awal ini belum menggunakan dana APBD, melainkan bantuan dari masyarakat,” kata Rudy.
“Tapi ke depan, APBD akan kami gunakan untuk membangun galeri budaya dan fasilitas penunjangnya,” tambah Rudy.
Pendopo itu bukan sekadar bangunan, melainkan simbol dari jati diri yang lama menunggu untuk dihidupkan kembali.
Kunjungan pun berlanjut ke rumah-rumah tokoh masyarakat, membawa pesan bahwa pembangunan bukan hanya urusan pemerintah, tapi sinergi bersama warga. Dalam setiap salam dan sapaan, ada rasa hormat yang dijalin ikatan sosial yang diperkuat.
Di penghujung perjalanan, rombongan menembus hijaunya perkebunan teh Nirmala di Malasari. Di tempat itulah, Rudy mengumumkan rencana pembangunan jalan tembus dari Malasari menuju Sukabumi, sebuah akses vital yang akan membuka isolasi dan menggairahkan ekonomi serta pariwisata lokal.
“Kalau jalan ini terbangun, akses masyarakat akan semakin terbuka, ekonomi bergerak, dan potensi wisata makin hidup. Kami mohon doa dan dukungan dari semua pihak agar pembangunan ini berjalan lancar,” tutup Rudy.
Editor : B. Supriyadi
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau via whatsapp timetoday wa channel







































