TIMETODAY.ID, BOGOR – Badan usaha pariwisata di Kota Bogor merasakan dampak besar imbas kebijakan pelarangan kegiatan study tour bagi siswa.
Nasar, Ketua Paguyuban Usaha Taman Rekreasi Indonesia (PUTRI) Kota Bogor, menyatakan bahwa kebijakan tersebut telah membawa dampak negatif bagi sektor pariwisata di wilayahnya.
“Kami cukup terdampak, khususnya Kota Bogor yang berbasis edukasi, karena adanya pelarangan yang membatasi kegiatan untuk anak-anak sekolah,”ujar Nasar kepada timetoday.id, Selasa (15/4/2025).
Menurutnya, jika kebijakan tersebut tidak segera dibenahi ini bisa menjadi semacam krisis kedua setelah COVID-19.
Menurutnya, meskipun kegiatan study tour diperbolehkan dalam satu provinsi, kebijakan ini diikuti dengan pembatasan oleh daerah-daerah lain. Hal ini menyebabkan terjadinya negosiasi antar daerah yang kemudian berujung pada pembatasan lebih lanjut.
“Ketakutan muncul di kalangan kepala sekolah untuk mengadakan kegiatan di luar sekolah. Sebagai akibatnya, sekolah memilih untuk mengadakan kegiatan di dalam sekolah saja. Para stakeholder pariwisata, khususnya di Kota Bogor, yang akhirnya merasakan kerugian,” tambah Nasar.
Selain itu, Nasar mengungkapkan bahwa saat ini hampir 30-40 persen dari reservasi yang sudah dilakukan oleh para pelaku pariwisata dibatalkan.
Sebagian besar sekolah yang telah memberikan uang muka (DP) harus mengembalikannya, sementara yang tidak memberikan Down Payment (DP) pindah atau membatalkan reservasi.
Dampak lain yang dirasakan adalah menurunnya jumlah penginapan yang biasanya diisi oleh rombongan siswa.
Dengan kebijakan yang membatasi kegiatan study tour, pengusaha hotel di Kota Bogor juga mengalami kerugian besar.
“Kami berharap para pemangku kebijakan di tingkat provinsi dapat segera mempertimbangkan kebijakan yang lebih mendukung sektor pariwisata di daerah,”harap Nasar. ***





































