Kilas Dunia: Ketegangan di Eropa Meningkat, Diplomasi Damai Prabowo di Timur Tengah

Eropa
Ilustrasi Ketegangan di Eropa Meningkat, Diplomasi Damai Prabowo di Timur Tengah (foto:istockphoto)

TIMETODAY.ID —Saat sejumlah negara Eropa mulai bersiap menghadapi kemungkinan terburuk konflik senjata hingga perang akibat potensi ekspansi militer Rusia,  Indonesia justru menebar pesan damai melalui langkah diplomasi yang dilakukan Presiden Prabowo Subianto di Timur Tengah.

Di tengah ketegangan yang menggelayuti langit Eropa, warga sipil di beberapa negara diminta untuk tidak hanya menyimpan logistik, tetapi juga membangun ketahanan psikologis dan ikut serta dalam simulasi evakuasi massal.

Sebuah langkah yang mencerminkan kekhawatiran mendalam para pemimpin Eropa terhadap keamanan kawasan mereka, terutama ketika dukungan Amerika Serikat yang selama ini menjadi ‘payung’ pertahanan NATO dipandang mulai mengambil lebih sepenuh hati.

Advertisement

Tak jauh dari benua itu, suara tegas juga datang dari Asia Timur. Pemerintah Tiongkok meminta Amerika Serikat untuk mencabut seluruh tarif resiprokal yang sebelumnya diberlakukan Presiden Donald Trump.

Baca Juga :  Dari Sepak Bola hingga Formula 1, Atlet Dunia Bersatu Suarakan Boikot Israel

“Kami mendesak AS untuk mengambil langkah besar untuk memperbaiki kesalahannya, sepenuhnya membatalkan praktik ‘tarif resiprokal’ yang salah dan kembali ke jalan yang benar untuk saling menghormati,” kata juru bicara Kementerian Perdagangan Tiongkok, dalam sebuah pernyataan yang menandakan masih membaranya ketegangan perdagangan antara dua raksasa dunia tersebut.

Sementara dunia masih berputar dalam ketegangan, Indonesia melangkah dengan caranya sendiri. Presiden Prabowo Subianto tiba di Amman, Yordania, Minggu (13/4), dalam sebuah kunjungan kenegaraan yang sarat makna.

Kedatangan orang nomor satu di RI itu disambut langsung oleh Raja Abdullah II, lengkap dengan upacara kenegaraan yang menunjukkan eratnya hubungan kedua negara.

Baca Juga :  Menilik Koleksi Mobil Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka

Tak sekadar kunjungan seremonial, kehadiran Prabowo membawa misi kemanusiaan dan strategi diplomasi.

Salah satu topik utama dalam pembicaraannya dengan Raja Abdullah II adalah konsultasi rencana Indonesia untuk mengevakuasi 1.000 warga Palestina dari Gaza ke Tanah Air.

Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya Indonesia memperkuat posisi dan peran strategisnya di kawasan Timur Tengah, sekaligus menegaskan komitmen dalam isu-isu kemanusiaan yang kini tengah mencengkeram dunia.

Di tengah hiruk pikuk geopolitik global, Indonesia terus menegaskan pilihannya: berdiri di jalur damai, menjalin solidaritas, dan menjawab penderitaan dengan aksi nyata.***

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau via whatsapp timetoday wa channel

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel