Investor Panik! IHSG dan Rupiah Kompak Jeblok Gara-Gara AS

IHSG
Ilustrasi/freepik.com

TIMETODAY.ID, JAKARTA – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dibuka melemah pada perdagangan Selasa pagi. Rupiah tercatat turun 24 poin atau 0,14 persen menjadi Rp16.846 per dolar AS dibanding penutupan sebelumnya di level Rp16.822 per dolar AS.

Sementara itu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) anjlok signifikan sebesar 596,33 poin atau 9,16 persen ke posisi 5.914,28. Indeks LQ45, yang terdiri dari 45 saham unggulan, juga turun tajam sebesar 92,61 poin atau 11,25 persen ke level 651,90.

“IHSG diperkirakan masih akan menghadapi tekanan pada perdagangan selanjutnya dan berpotensi kembali melemah,” ujar Tim Riset Lotus Andalan Sekuritas dalam kajian tertulis di Jakarta, dikutip Rabu (9/4/20250.

Advertisement
Baca Juga :  Harga Emas Antam Melemah, Perak Mengekor Rp 1.000 per Gram

Tekanan pasar domestik dipicu oleh kekhawatiran investor terhadap kebijakan tarif balasan yang diberlakukan AS terhadap Indonesia sebesar 32 persen. Sentimen tersebut memicu aksi jual besar-besaran di bursa saham.

Pemerintah Indonesia saat ini tengah menempuh jalur diplomatik dengan mengirim delegasi tingkat tinggi ke Amerika Serikat untuk melakukan negosiasi bilateral.

Dari pasar global, bursa saham Wall Street melemah setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan tarif besar-besaran terhadap seluruh impor, termasuk kenaikan tambahan terhadap negara mitra dagang utama.

Pada penutupan Senin (7/4/2025), indeks S&P 500 dan Dow Jones kompak melemah, mencerminkan kekhawatiran pasar terhadap perlambatan ekonomi dan meningkatnya inflasi.

Di Eropa, gejolak pasar turut dirasakan. Indeks STOXX 600 turun 4,5 persen, mencapai level terendah sejak Januari 2024. Indeks DAX Jerman sempat jatuh hingga 6,4 persen sebelum ditutup turun 4,13 persen ke level 19.789,62. Indeks FTSE 100 Inggris melemah 4,38 persen menjadi 7.702,08, dan indeks CAC Prancis merosot 4,78 persen ke 6.927,12.

Baca Juga :  Nilai Tukar Rupiah Bangkit dari Titik Terendah, BI Lakukan Intervensi Pasar

Sementara itu, pasar Asia menunjukkan pergerakan bervariasi. Indeks Nikkei Jepang menguat 5,71 persen ke 32.913,38, indeks Shanghai nyaris stagnan di 3.096,58, indeks Kuala Lumpur naik tipis 0,02 persen ke 1.444,16, dan indeks Straits Times Singapura menguat 1,40 persen ke 3.490,98. ***

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau via whatsapp timetoday wa channel

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel