TIMETODAY.ID, BOGOR – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi meminta Kepolisian Resor (Polres) Bogor untuk segera mengusut tuntas dugaan pemotongan dana kompensasi bagi sopir angkutan kota (angkot) oleh oknum tidak bertanggung jawab.
Meski dana yang sempat dipotong tersebut telah dikembalikan, Dedi menegaskan bahwa proses hukum harus tetap berjalan untuk memberikan efek jera serta menjaga integritas distribusi bantuan pemerintah kepada masyarakat.
“Saya minta Polres Bogor untuk melakukan pemeriksaan terhadap oknum pemotong kompensasi sopir angkot, meskipun uang tersebut telah dikembalikan, agar kedepannya tidak terjadi lagi,” ujar Dedi dikutip dari kanal YouTube, Minggu (6/4/2025).
Menanggapi hal tersebut, Kapolres Bogor AKBP Rio Wahyu Anggoro menyatakan bahwa pihaknya telah bergerak cepat menyelidiki kasus tersebut.
Ia mengungkapkan bahwa tim gabungan bersama Kejaksaan Negeri atas perintah Bupati Bogor, Rudy Susmanto mulai bertugas sejak Kamis lalu untuk menindaklanjuti laporan tersebut.
“Hingga saat ini, kami telah memeriksa sembilan orang yang diduga terlibat, termasuk oknum dari kepala desa, perwakilan Organda, dan pihak Kerja Sama Operasional (KSO),” ujar Rio.
Ia juga menyebut bahwa seluruh dokumen terkait telah diamankan sebagai bagian dari proses penyelidikan. Rio berjanji akan membuka hasil penyelidikan secara transparan kepada publik.
“Tentunya nanti hasilnya kita akan buka secara transparan dan ingat awasi kami, misalkan ada informasi yang lebih lagi silahkan sampaikan ke kami sebagai kelengkapan dari pemeriksaan yang kami laksanakan,” tegasnya.
Editor : B. Supriyadi
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau via whatsapp timetoday wa channel





































