TIMETODAY.ID — Tren skincare kerap bermunculan di media sosial, dan yang terbaru adalah penggunaan ASI (air susu ibu) yang dibekukan sebagai perawatan wajah. Tren ini ramai diperbincangkan di TikTok dengan klaim bahwa ASI beku bisa menjadi perawatan anti-aging alami, bahkan disebut sebagai “Breast Milk Botox.”
Mengoleskan atau mengompres wajah dengan ASI beku diyakini dapat membuat kulit lebih kencang dan awet muda, mirip dengan efek botox. Salah satu pengguna TikTok yang mencoba tren ini adalah Regan Todderud, seorang ibu baru, yang mengunggah videonya dan mengatakan, “Ya ladies, ASI kalian itu seperti botox,” dikutip dari New York Post
Namun, tren ini mengundang perhatian para ahli kecantikan. Dermatolog bersertifikat dari Park Avenue, Dr. Lita Linkner, menegaskan bahwa klaim skincare ASI ini tidak memiliki dasar ilmiah. Menurutnya, ASI tidak memiliki kandungan yang bisa bekerja seperti botox.
“Tidak ada zat biokimia yang bisa menggantikan neuromodulator seperti botox,” ujar Linkner.
“Botox bekerja pada tingkat neuromuskular untuk mencegah sinyal yang membuat otot berkontraksi. ASI dan komponen di dalamnya tidak bisa melakukan ini,” tambahnya.
Dengan kata lain, tidak ada bukti ilmiah yang mendukung manfaat ASI untuk perawatan kecantikan, apalagi sebagai pengganti botox. Selain itu, penggunaan ASI untuk perawatan kulit, terutama di wajah, juga berisiko terhadap kesehatan.
“Penyakit menular bisa ditularkan melalui ASI. Jadi, saya sangat menyarankan agar siapa pun tidak membeli ASI dari orang lain hanya demi efek anti-aging yang tidak terbukti,” tegas Linkner.
Meski tren skincare berbasis bahan alami terus bermunculan, penting bagi masyarakat untuk selalu mengecek kebenaran klaim tersebut dan berkonsultasi dengan ahli sebelum mencobanya.***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau via whatsapp timetoday wa channel





































