
TIMETODAY.ID, BOGOR – Di bawah sorot lampu neon kios sederhana di jalan Kukupu, Tanah Sareal, Kota Bogor, Jawa Barat gunting-gunting tajam menari di atas kepala para lelaki yang duduk bersabar. Seperti daun-daun kering yang rontok di akhir musim, helai demi helai rambut jatuh menyambut lembaran baru menjelang Idulfitri.
Junaedi, salah satu tukang cukur itu tak henti mengayunkan senjata kepercayaan, gunting, sisir, dan cermin, seolah menari dalam simfoni yang dimainkan setahun sekali. Suasana itu seperti orkestra yang menggema menjelang lebaran, merayakan perpisahan dengan rambut lama dan menyambut wajah baru.
“Lebaran itu waktunya tampil rapi, Mas,” ujar pria berusia 23 tahun asal Garut itu kepada timetoday.id, Rabu (26/3/2025).
Tangannya lincah seperti pelukis yang menuntaskan lukisan terakhir sebelum pameran besar.
“Orang bilang, rambut adalah mahkota. Tapi bagi saya, rambut adalah cerita yang perlu disusun kembali,” kata Juna sapaan akrabnya.
Tak hanya pria dewasa, anak-anak pun ikut meramaikan antrean panjang. Mereka duduk canggung, gelisah seperti burung kecil yang baru belajar terbang.
Tapi senyum lebar merekah di wajah mereka setelah selesai, seakan gaya rambut baru bisa membawa mereka lebih percaya diri menyambut takbir kemenangan.
Bisnis pangkas rambut jelang lebaran bagai ladang yang tiba-tiba disiram hujan deras, subur dan tak berhenti berbuah.
Dalam sehari, Junaedi mampu melayani dua hingga tiga kali lipat dari biasanya.
“Biasanya sehari sepuluh orang, sekarang bisa tiga puluh. Kalau begini terus, Alhamdulillah, bisa bawa pulang THR sendiri,” tutur Juna.
Meski begitu, bukan hanya uang yang mereka kejar. Ada kebanggaan yang tak bisa diukur dengan rupiah, rasa bahagia melihat orang-orang tersenyum usai duduk di kursinya.
Seperti petani yang puas melihat padi menguning di sawah, para tukang cukur tahu, tangan mereka ikut menanam rasa percaya diri dan harapan.
Menjelang malam takbiran, deru mesin cukur masih terdengar sayup. Layaknya denting waktu yang tak mau berhenti, mereka terus bekerja hingga malam larut. Karena di hari fitri nanti, semua ingin tampil sebaik mungkin, seperti buku yang baru dibuka di bab paling indah.! ***







































