TIMETODAY.ID — Gunung Ile Lewotolok kembali menunjukkan aktivitas vulkaniknya yang intens. Dalam kurun waktu 24 jam pada Selasa (25/3/2025), gunung yang terletak di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT) ini mengalami 179 kali letusan, menyisakan gemuruh dan dentuman yang terdengar hingga ke pemukiman warga.
Stanislaus Ara Kian, petugas Pos Pengamat Gunung Api (PGA) Ile Lewotolok, mengungkapkan bahwa letusan tersebut menghamburkan lontaran material pijar dalam radius 500 meter dari pusat erupsi.
“Tinggi kolom abu mencapai 200-300 meter dengan warna putih dan kelabu,” jelasnya pada Rabu (26/3/2025) pagi.
Aktivitas Seismik Meningkat
Ratusan letusan ini turut disertai dengan gempa vulkanik yang signifikan. Selama periode pemantauan, tercatat 108 kali gempa embusan dengan amplitudo antara 1.6 hingga 23.1 mm serta satu kali gempa vulkanik dalam yang berlangsung selama 11 detik.
Selain itu, pengamatan visual menunjukkan asap kawah bertekanan lemah dengan intensitas tipis hingga sedang, menjulang 10-50 meter di atas puncak kawah. Sementara itu, tinggi gunung yang mencapai 1.423 meter di atas permukaan laut (mdpl) masih terlihat jelas meskipun sesekali tertutup kabut.
Imbauan bagi Warga dan Wisatawan
Mengingat aktivitas yang masih fluktuatif, pihak berwenang mengimbau masyarakat sekitar dan wisatawan untuk tidak mendekati zona bahaya erupsi, terutama di desa-desa terdekat seperti Lamatokan, Jontona, Todanara, dan Amakaka.
“Saat ini, tingkat aktivitas Gunung Ile Lewotolok berada di Level II (Waspada),” tambah Stanislaus, mengingatkan warga untuk tetap waspada terhadap potensi erupsi susulan.
Dengan kondisi ini, warga diminta untuk selalu mengikuti arahan dari pihak berwenang dan waspada terhadap perkembangan terbaru demi keselamatan bersama..
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau via whatsapp timetoday wa channel





































