Dampak Gejolak Politik: Kekayaan Lima Taipan Dunia Tergerus Hingga Ratusan Triliun

Ketidakstabilan politik global kembali mengguncang pasar keuangan
Foto: AP/Matt Rourke

TIMETODAY.ID — Ketidakstabilan politik global kembali mengguncang pasar keuangan, menyebabkan lima konglomerat dunia mengalami penurunan kekayaan yang signifikan. Pada Jumat (14/3/2025), total kekayaan yang hilang dari kelima miliarder ini mencapai US$24,3 miliar atau sekitar Rp398,76 triliun.

Meskipun mereka dikenal sebagai pemimpin bisnis berpengaruh dengan jaringan kuat, termasuk hubungan dengan mantan Presiden AS Donald Trump, nyatanya tekanan ekonomi tidak pandang bulu. Wall Street mengalami koreksi besar sehari sebelumnya, setelah Trump mengancam akan menerapkan tarif impor besar terhadap produk dari Eropa. Dampaknya, indeks S&P 500 turun lebih dari 10% dari puncaknya bulan lalu, Dow Jones Industrial Average merosot 537 poin atau 1,3%, sementara Nasdaq Composite anjlok 2%.

Siapa saja taipan yang paling terdampak oleh situasi ini? Berikut rincian penurunan kekayaan mereka yang dikutip dari Forbes Real Time Billionaires:

Advertisement

1. Elon Musk: Merosot US$4,2 Miliar

Sebagai orang terkaya di dunia, Elon Musk mencatat penurunan kekayaan sebesar US$4,2 miliar atau sekitar 1,25%. Harta pendiri Tesla ini kini berkurang menjadi US$330 miliar.

Diketahui, Musk adalah salah satu pendukung utama Trump dengan mendirikan “America PAC” untuk mendanai kampanye politik mantan presiden tersebut. Selain itu, ia juga menjadi salah satu donatur terbesar dalam pemilihan presiden AS 2024 dan dikabarkan akan diberi posisi strategis dalam pemerintahan jika Trump kembali berkuasa.

Baca Juga :  Disdagin Kabupaten Bogor Jamin Harga Sembako Terkendali Jelang Lebaran

2. Jeff Bezos: Turun US$4,5 Miliar

Pendiri Amazon, Jeff Bezos, turut mengalami penurunan kekayaan sebesar US$4,5 miliar atau 2,12%. Kini, total kekayaannya mencapai US$210,2 miliar.

Bezos memiliki rekam jejak keterlibatan dengan pemerintahan Trump, termasuk menyumbangkan US$1 juta untuk acara pelantikan. Ia juga menawarkan layanan streaming upacara pelantikan melalui Amazon Prime Video, menunjukkan kedekatan strategisnya dengan kebijakan bisnis dan politik AS.

3. Mark Zuckerberg: Kehilangan US$9,9 Miliar

Di antara kelima miliarder ini, Mark Zuckerberg mengalami penurunan harta paling drastis, yakni sebesar US$9,9 miliar atau 4,61%, membuat kekayaannya kini tersisa US$204,2 miliar.

Laporan menunjukkan bahwa Zuckerberg turut menyumbang US$1 juta untuk acara pelantikan Trump. Selain itu, ia dikabarkan melonggarkan kebijakan pemeriksaan fakta di platform Meta setelah pertemuan dengan Trump, yang memunculkan spekulasi mengenai pengaruh politik di media sosial.

4. Larry Ellison: Anjlok US$3,8 Miliar

Pendiri Oracle, Larry Ellison, mencatat penurunan kekayaan sebesar US$3,8 miliar atau 2,03%, sehingga kini total hartanya menjadi US$182,7 miliar.

Meskipun perannya dalam kampanye Trump 2024 tidak terlalu menonjol, Oracle disebut-sebut sebagai kandidat utama untuk mengelola TikTok di bawah kebijakan pemerintahan Trump. Kehadirannya dalam berbagai acara resmi Gedung Putih semakin menegaskan posisinya dalam lingkaran bisnis pro-Trump.

Baca Juga :  Katalog Promo JSM Indomaret, Diskon dan Cashback untuk Kebutuhan Harian

5. Bernard Arnault: Rugi US$1,9 Miliar

Pendiri LVMH, Bernard Arnault, juga mengalami penurunan kekayaan sebesar US$1,9 miliar atau 1,08%. Kini, hartanya tercatat sebesar US$171,4 miliar.

Arnault dikenal sebagai tokoh bisnis yang kerap menghadiri acara-acara penting dalam pemerintahan Trump. Keterlibatannya menunjukkan bagaimana kebijakan ekonomi AS memengaruhi bisnis global, terutama di sektor barang mewah yang menjadi andalan LVMH.

Dinamika Politik dan Dampaknya pada Pasar Global

Kondisi ini menegaskan betapa eratnya keterkaitan antara dunia bisnis dan kebijakan politik, terutama bagi para konglomerat yang memiliki jaringan luas dalam pemerintahan. Ketidakpastian akibat kebijakan tarif impor yang diumumkan Trump membuat investor cemas dan berdampak langsung pada harga saham serta nilai kekayaan para miliarder ini.

Dalam dunia bisnis, kestabilan ekonomi dan prediktabilitas kebijakan menjadi faktor utama yang menentukan kelangsungan kekayaan seseorang. Seiring dengan berkembangnya dinamika politik global, para pemimpin bisnis ini harus terus beradaptasi agar tetap bertahan dalam iklim ekonomi yang penuh tantangan.***

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau via whatsapp timetoday wa channel

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel