TIMETODAY.ID — Bagi Tina Nash, malam itu seharusnya menjadi malam biasa. Namun, yang terjadi justru mimpi buruk yang mengubah hidupnya selamanya. Pada April 2011, wanita asal Cornwall, Inggris, menjadi korban kebrutalan mantan kekasihnya, Shane Jenkin. Selama 12 jam, Tina disiksa tanpa ampun hingga kehilangan penglihatannya. Kekerasan itu merenggut kebebasannya untuk melihat dunia, bahkan wajah kedua anaknya.
Waktu berlalu, namun luka yang ditinggalkan Jenkin tak pernah sembuh. Kini, setelah lebih dari satu dekade, Tina kembali dihantui ketakutan—Jenkin akan segera dibebaskan dari penjara.
Ketakutan yang Kembali Menghantui
Ketika kabar pembebasan mantan kekasihnya sampai ke telinganya, Tina merasa dunianya kembali runtuh. Bayangan kengerian yang pernah dialaminya seakan hadir lagi, mengusik setiap sisi kehidupannya.
“Aku merasa sangat takut akan keselamatanku. Dewan pembebasan bersyarat mengatakan dia pendendam, dan aku mendengar dari orang-orang di tempat dia berada bahwa dia tidak bisa berhenti berbicara tentangku,” ujar Tina kepada Daily Mail.
Tina juga mengaku telah diperingatkan bahwa hal pertama yang akan dilakukan Jenkin setelah bebas adalah mencarinya. Rasa takut terus membayangi, apalagi ia masih tinggal di kota yang sama dengan pria yang telah membuatnya hidup dalam kegelapan.
“Aku tahu dia berharap bisa membunuhku malam itu. Karena jika aku mati, tak akan ada saksi. Sekarang aku ini seperti sasaran empuk,” ucapnya lirih.
Ketidakadilan Sistem Hukum
Bagi Tina, kabar kebebasan Jenkin bukan hanya membawa ketakutan, tetapi juga menampar kepercayaannya terhadap sistem hukum. Sejak awal, ia merasa tidak memiliki suara dalam proses pengambilan keputusan terkait pemindahan mantan kekasihnya ke penjara terbuka.
Ironisnya, saat ia mencoba berbicara, justru dirinya yang disalahkan. Tina mengaku dimarahi oleh petugas pembebasan bersyarat karena mengungkapkan kekhawatirannya kepada publik. Bahkan, ia diminta untuk berbelas kasih terhadap pria yang telah menghancurkan hidupnya.
“Mereka bilang padaku, ‘Apa kamu tidak kasihan padanya, membebani dia dengan ini?’ Aku bingung. Aku punya hak untuk bicara dan aku tidak ingin hal ini ditutup-tutupi. Aku tidak ingin hal ini terjadi pada orang lain,” tegasnya.
Malam Mengerikan yang Mengubah Hidup
Kisah kelam Tina bermula pada malam di mana Jenkin, yang terobsesi dengan film horor, melakukan serangan brutal. Malam sebelum kejadian, ia diketahui menonton 28 Weeks Later, sebuah film zombie yang menampilkan adegan mencungkil mata.
Terinspirasi oleh adegan tersebut, Jenkin melampiaskan kebrutalannya pada Tina. Ia memukul, mencekik, dan akhirnya mencungkil kedua mata Tina hingga keluar dari rongganya. Yang lebih mengerikan, ia menahan Tina selama 12 jam tanpa membiarkannya mendapatkan bantuan medis.
“Aku meraba wajahku, dan aku tahu mataku sudah keluar dari tempatnya. Aku pikir aku sudah mati,” kenang Tina tentang malam penuh kengerian itu.
Serangkaian operasi dilakukan untuk menyelamatkan matanya, namun semuanya sia-sia. Tina harus menerima kenyataan pahit bahwa ia tidak akan pernah bisa melihat lagi.
Dihukum Seumur Hidup, Tapi Kini Bebas Bersyarat
Pada 2012, pengadilan menjatuhkan hukuman penjara seumur hidup bagi Shane Jenkin, dengan minimal masa tahanan enam tahun. Namun, meski sempat beberapa kali gagal mendapatkan pembebasan bersyarat, kini ia dipindahkan ke penjara kategori D, sebuah fasilitas terbuka bagi narapidana yang dianggap ‘berisiko rendah’.
Dengan status ini, Jenkin memiliki lebih banyak kebebasan—ia bisa berjalan di jalanan, mencari pekerjaan, dan bahkan mengunjungi keluarganya.
Tina hanya bisa menelan kenyataan pahit ini dengan perasaan tidak berdaya.
“Akulah yang menjalani hukuman seumur hidup, bukan dia. Aku tidak akan pernah melihat wajah anak-anakku lagi, dan dia akan diberikan kebebasannya kembali,” ucapnya penuh kepedihan.
Bagi Tina, hidup kini bukan hanya tentang bertahan dalam kegelapan, tetapi juga berusaha melawan ketidakadilan yang terus menghantuinya.
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau via whatsapp timetoday wa channel








































