Wabah Campak di AS Kembali Merenggut Nyawa, New Mexico Laporkan Kematian Pertama dalam 40 Tahun

New Mexico kembali berduka akibat wabah campak yang tengah melanda Amerika Serikat
ilustrasi Vaksin campak (pinterest)

TIMETODAY.ID — New Mexico kembali berduka akibat wabah campak yang tengah melanda Amerika Serikat. Seorang warga dewasa yang tidak divaksinasi meninggal dunia setelah dinyatakan positif campak. Kejadian tragis ini menandai kematian kedua akibat campak di AS dalam satu dekade terakhir dan menjadi yang pertama di New Mexico dalam setidaknya 40 tahun.

Menurut laporan Departemen Kesehatan New Mexico, kasus ini terjadi di Lea County, sebuah wilayah yang berbatasan langsung dengan Gaines County di Texas Barat—pusat wabah campak saat ini. Sebelumnya, pada akhir Februari, seorang anak usia sekolah di Texas yang juga tidak divaksinasi menjadi korban pertama dari wabah ini, di tengah lebih dari 160 kasus yang telah dikonfirmasi.

Baca Juga :  KLB Campak di Sumenep, Kemenkes Imbau Pasien Diisolasi di Rumah

Sebagian besar pasien campak dalam wabah ini adalah mereka yang belum menerima vaksinasi. Hal ini menjadi perhatian serius bagi otoritas kesehatan yang berupaya mencegah penyebaran lebih luas.

Advertisement

Imbauan Vaksinasi untuk Melindungi Warga

Pejabat kesehatan setempat menegaskan pentingnya vaksinasi dalam menghadapi ancaman campak. Dr. Chad Smelser, Wakil Epidemiologi Negara Bagian New Mexico, menekankan bahwa langkah pencegahan terbaik adalah dengan mendapatkan vaksin campak-gondongan-rubella (MMR).

“Kami tidak ingin melihat warga New Mexico jatuh sakit atau meninggal karena campak,” ujar Dr. Smelser dalam pernyataannya. “Vaksin campak-gondongan-rubella adalah perlindungan terbaik terhadap penyakit serius ini.”

Sembilan kasus campak lainnya yang telah terdeteksi di New Mexico sejauh ini tidak memerlukan perawatan di rumah sakit. Namun, mengingat tingkat penularan yang tinggi, otoritas kesehatan berinisiatif untuk menyediakan layanan vaksinasi gratis bagi masyarakat selama pekan depan.

Baca Juga :  China Tegas Tolak Namanya Dijadikan Alasan Trump untuk Caplok Greenland

Langkah ini diharapkan dapat menekan penyebaran virus dan mencegah terulangnya tragedi yang telah merenggut nyawa. Pejabat kesehatan juga mengingatkan bahwa campak bukan sekadar penyakit ringan, melainkan infeksi yang bisa berakibat fatal, terutama bagi mereka yang belum mendapatkan perlindungan vaksinasi.***

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau via whatsapp timetoday wa channel

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel