
TIMETODAY.ID, BOGOR – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor tengah mengkaji kembali rencana pembangunan flyover Kebon Pedes, Tanah Sareal. Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, mengungkapkan bahwa Detail Engineering Design (DED) untuk flyover di kawasan tersebut telah dibuat beberapa tahun lalu, namun perlu diperbarui.
“Kebon Pedes sudah ada rencana, bahkan kalau tidak salah DED untuk flyover itu pernah ada, tapi itu sudah dibuat beberapa tahun yang lalu. Kita perlu melakukan pembaruan terkait detail tekniknya,” ujar Dedie, Kamis (6/3/2025).
Pemkot Bogor saat ini masih mempertimbangkan apakah solusi yang paling tepat untuk kawasan tersebut adalah pembangunan flyover atau underpass. Keputusan akan diambil setelah dilakukan perhitungan teknis yang matang.
“Apakah nanti underpass atau flyover, nanti kita hitung. Tapi memang itu salah satu prioritas kami selama lima tahun ke depan,” tuntasnya.
Rencana pembangunan flyover di perlintasan sebidang Kebon Pedes, Tanah Sareal, pertama kali diusulkan oleh Pemkot Bogor pada 2019. Proyek ini bertujuan untuk mengurangi kemacetan di wilayah tersebut dengan perkiraan anggaran sekitar Rp60 miliar dan diharapkan dapat terealisasi pada 2020.
Namun, target tersebut tidak tercapai akibat pandemi Covid-19. Saat itu, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) belum memberikan kepastian terkait pendanaan proyek ini. Selain itu, adanya refocusing anggaran untuk penanganan pandemi menyebabkan keterbatasan alokasi dana bagi proyek strategis di daerah.
Menanggapi rencana pembangunan flyover Kebon Pedes, Camat Tanah Sareal, Adhitya Bhuana mengaku sempat menerima informasi dari dinas teknis terkait rencana tersebut. Namun, Adhitya belum dapat memastikan waktu pelaksanaan proyek ini.
Adhitya menyambut baik terkait rencana itu, menurutnya, jika proyek ini terealisasi diyakini dapat membantu mengurangi kemacetan yang kerap terjadi di kawasan itu.
“Insyaallah ini akan sangat bermanfaat untuk mengatasi kemacetan yang sering terjadi di wilayah tersebut,” tuturnya.
Meski begitu, pembangunan underpass ini berdampak pada keberadaan kantor kecamatan yang harus dipindahkan karena sebagian besar bangunannya akan terdampak proyek.
“Apabila proyek Underpass atau flyover Kebon Pedes benar-benar direalisasikan, tentu kami perlu pemindahan kantor kecamatan,” tambahnya.
Saat ini, lokasi baru untuk kantor kecamatan masih dalam tahap pembahasan.
“Ada beberapa opsi yang sedang dipertimbangkan. Kami masih menunggu arahan dari pimpinan, dan akan diinformasikan lebih lanjut jika sudah ada keputusan,” tuntasnya. ***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau via whatsapp timetoday wa channel




































