
TIMETODAY.ID, BOGOR – Ketika senja mulai mengejar bayangan di Kota Hujan, aroma mie mie glosor yang khas mulai menari-nari di udara, memanggil para pemburu takjil. Panganan berwarna kuning cerah ini, sang primadona Ramadan, selalu berhasil mencuri hati warga Bogor sebagai menu berbuka puasa.
Di sebuah pabrik rumahan di Pasir Mulya, Kecamatan Bogor Barat, kesibukan menggeliat bagai semut pekerja, menghasilkan mie glosor dalam jumlah fantastis.
Eman Sulaeman, sang maestro mie glosor, tengah menari di antara tumpukan sagu aren, memenuhi permintaan pasar yang melonjak bagai ombak di lautan.
Jika di hari biasa pabriknya hanya menghasilkan 2,5 ton mie glosor, kini di bulan Ramadan, angka itu melambung tinggi bagai roket, mencapai 30 ton per hari.
“Permintaan memang setinggi langit di bulan Ramadan ini. Untuk memenuhi permintaan kami juga merekrut puluhan pekerja,” ungkap Eman, Rabu (5/3/2025).
Mie glosor, sang duta kuliner Bogor, menyebar pesonanya hingga ke Cipanas, Cianjur, dan Leuwiliang. 90 persen produksinya membanjiri pasar Bogor, memuaskan perut kosong para pecinta kuliner lokal.
Berbagai cara menikmati mie kenyal ini, mulai dari dikombinasikan dengan sambal kacang yang pedas menggoda, hingga ditemani gorengan yang renyah menggigit. ***







































