Menelisik Pusaka di Masjid Jami Al-Atiqiyah Bogor

Masjid Jami Al-Atiqiyah
Menelisik Pusaka di Masjid Jami Al-Atiqiyah, Karadenan, Bogor, Jawa Barat. Foto : Ist.

TIMETODAY.ID, BOGOR – Di antara riuhnya geliat zaman, Masjid Jami Al-Atiqiyah berdiri anggun di Kelurahan Karadenan, Kecamatan Cibinong. Seperti seorang bijak bestari yang menyimpan kisah-kisah lampau, masjid ini bukan sekadar bangunan, melainkan saksi bisu perjalanan sejarah Islam di Bogor.

Didirikan sejak tahun 1667, masjid ini telah menjadi lentera spiritual yang tak pernah padam, tempat bertautnya jiwa-jiwa yang mencari ketenangan. Setiap tiang dan dindingnya seakan menyimpan gema doa yang berulang kali dilantunkan, mengalun dalam irama zaman yang terus bergulir.

Ketua Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Jami Al-Atiqiyah, Raden Dedi Hamzah (45), mengisahkan bahwa masjid ini, yang dikenal juga sebagai Masjid Kaum, didirikan oleh Mbah Raden Syafei Bin Raden Nasib. Sosok ulama yang bagaikan mata air di tengah dahaga, menyebarkan ajaran Islam ke pelosok wilayah ini.

Advertisement

“Beliau lah yang menanam benih Islam pertama di tanah ini. Namun, dahulu letaknya bukan di sini, melainkan di tepi Sungai Ciliwung, sebelum akhirnya berpindah,” tutur Raden kepada timetoday.id, Rabu (5/3/2025).

Baca Juga :  MENJAGA HAK ASASI MANUSIA DI DUNIA MAYA : REFLEKSI MENJELANG HARI HAM INTERNATIONAL
Masjid Jami Al-Atiqiyah
Jadwal imsakiyah Kota Bogor

Seperti arus sungai yang membawa kisah dari hulu ke hilir, pemindahan masjid ini tak lepas dari perjalanan panjangnya. Bangunan awal yang rapuh dimakan waktu akhirnya berpindah ke tempat yang kini menjadi rumah ibadah bagi banyak orang.

Legenda pun berbisik bahwa saat renovasi pertama dilakukan, kayu-kayu untuk membangun masjid ini dibawa dari tanah Mataram. Bak akar yang menghubungkan masa lalu dan kini, kayu-kayu tersebut menjadi penopang utama bangunan, meski sebagian telah lapuk dimakan usia.

“Bangunan aslinya memang sudah banyak yang rusak, tetapi ada satu peninggalan yang masih tersisa, yakni ukiran berbentuk hati, karya dari Raden Syafei,” tambahnya.

Tak hanya sebagai tempat sujud dan doa, Masjid Jami Al-Atiqiyah juga menyimpan harta tak ternilai. Seperti peti berisi kenangan, sebuah museum berdiri di dalamnya, menyimpan pusaka berupa keris, tombak, dan kujang—warisan dari masa silam yang masih bernafas dalam ingatan.

Baca Juga :  Kisah Pilu Warga Sukabumi, Melawan Dingin di Tenda Pengungsian 

“Pusaka ini adalah bukti nyata bahwa masjid ini memiliki keterkaitan erat dengan kerajaan Muara Beres, menjadi simpul sejarah yang tak bisa terputus,” ujar Raden.

Museum yang baru saja didirikan ini menjadi rumah bagi lebih dari seratus pusaka, masing-masing membawa cerita tersendiri. Sebagian dihibahkan oleh masyarakat setempat, sebagai bentuk cinta terhadap warisan leluhur yang tak boleh pudar.

Meski lima kali mengalami renovasi, ruh masjid ini tetap lestari. Setiap pembangunan yang dilakukan bukan hanya untuk mempercantik tampilan, tetapi juga untuk menjaga nyawa sejarah yang bersemayam di dalamnya.

Editor : B. Supriyadi

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau via whatsapp timetoday wa channel

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel