Arus Maut Sungai Cisarua Bogor Renggut Nyawa Pasutri

Sungai Cisarua
Korban arus maut Sungai Cisarua, Bogor. Foto : Ist.

TIMETODAY.ID, BOGOR – Senja kelabu menyelimuti Desa Kirapandak, Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor, Jawa barat, Selasa (4/3/2025). Sungai Cisarua, yang biasanya mengalir tenang, berubah menjadi saksi bisu tragedi yang merenggut nyawa sepasang suami istri, Ropi dan Encih. Sepasang petani yang sehari-hari bergelut dengan tanah, kini harus berpulang di pelukan arus deras.

Ibarat petir di siang bolong, kabar duka ini menyentak warga desa yang selama ini mengenal mereka sebagai sosok yang ramah dan pekerja keras.

“Pagi itu, mereka berangkat ke kebun seperti biasa, untuk merawat tanaman mereka,” kenang Irvan Andrian, Kasie Kesra Desa Kiarapandak.

Advertisement

“Namun, sore harinya, ketika matahari mulai tenggelam, mereka tak kunjung pulang. Keluarga mulai khawatir, seperti ada firasat buruk yang menghantui,” Irvan menambahkan.

Baca Juga :  15 Ucapan Ramadan 2024 untuk Orang Terdekat, Simple Namun Penuh Makna

Kecemasan keluarga semakin menjadi-jadi ketika salah satu anak mereka menyusul ke kebun. Di tengah perjalanan, ia menemukan ibunya, Encih, tergeletak tak bernyawa di tepi Sungai Cisarua. Seperti bunga yang layu sebelum mekar, Encih pergi meninggalkan duka yang mendalam.

“Ibunya saat ditemukan tergeletak itu sudah dalam kondisi meninggal dunia,” ujar Irvan Andrian.

Tanpa membuang waktu, warga desa segera melakukan pencarian terhadap Ropi, suami Encih. Selepas magrib, di tengah kegelapan malam yang pekat, mereka menemukan Ropi di aliran sungai yang sama, juga dalam kondisi tak bernyawa.

Baca Juga :  Waisak dan Warisan Leluhur: Kisah Arsitektur Agung Borobudur

“Selepas magrib dilakukan pencarian lagi dan ternyata sudah ada (Korban Ropi) di pinggir kali. Jadi, kedua korban meninggal dunia ini sudah ditemukan,” kata Irvan.

Perjalanan menuju kebun, yang biasanya ditempuh dengan berjalan kaki selama 20-30 menit, memang harus melintasi Sungai Cisarua.

“Kalau dari rumah menuju kebun itu melintasi sungai cisarua untuk jarak dari rumah ke kebun itu lumayan jauh sekitar 20-30 menitan dengan berjalan kaki,” jelas Irvan.

Sungai Cisarua ini menjadi urat nadi kehidupan warga, tapi kali ini, ia berubah menjadi maut hingga menelan korban jiwa. ***

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau via whatsapp timetoday wa channel

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel