TIMETODAY.ID, BOGOR – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menonaktifkan dua kepala sekolah yang tetap mengadakan studi tour ke luar provinsi meskipun telah ada larangan resmi. Kepala SMAN 1 Cianjur dan Kepala SMAN 6 Depok diberhentikan setelah sekolah mereka melaksanakan perjalanan ke Malang, Bali, dan Surabaya.
Melansir beritasatu.com, Kamis (27/2/2025), Dedi Mulyadi menegaskan bahwa kebijakan ini merupakan bagian dari upayanya menertibkan aturan di lingkungan sekolah.
“Saya sudah memutuskan untuk menonaktifkan kepala SMAN 6 Depok karena melanggar surat edaran gubernur yang melarang siswa bepergian ke luar provinsi,” ujarnya usai pelantikan di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (20/2/2025).
Serupa, Kepala SMAN 1 Cianjur, Agam Suprianta, juga dinonaktifkan setelah rombongan sekolahnya kembali dari study tour ke Malang dan Bali.
Kepala Kantor Cabang Dinas (KCD) Pendidikan Wilayah VI Jawa Barat, Nonong Winarni, menegaskan dukungannya terhadap kebijakan ini dan menyatakan bahwa keputusan gubernur bertujuan menegakkan aturan.
Selain itu, KCD Wilayah VI menemukan bahwa SMAN 1 Cilaku sempat berencana mengadakan study tour ke Yogyakarta, tetapi rencana tersebut dibatalkan setelah adanya larangan dari pihak KCD.
Sekolah diberikan opsi untuk mengembalikan uang yang telah dikumpulkan dari siswa atau mengganti kegiatan dengan kunjungan edukatif di dalam wilayah Jawa Barat.
Langkah tegas ini diambil sebagai bagian dari upaya Gubernur Dedi Mulyadi untuk membenahi sistem pendidikan di Jawa Barat, termasuk dalam pengelolaan Program Indonesia Pintar (PIP) dan pengawasan terhadap kebijakan sekolah. ***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau via whatsapp timetoday wa channel





































