Kabupaten Bogor Tancap Gas! Digitalisasi Administrasi Kependudukan Jadi Prioritas

administrasi kependudukan
Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Bogor, Hadijana saat ditemui wartawan. Rabu (12/2/2025). Foto : timetoday.id/Amelia Azizah.

TIMETODAY.ID, BOGOR Kabupaten Bogor mencatat kemajuan signifikan dalam sistem administrasi kependudukan. Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Bogor, Hadijana, mengungkapkan bahwa implementasi program dari Bupati dan Wabup Bogor terpilih Rudy Susmanto dan Ade Ruhandi menunjukkan hasil yang menggembirakan, khususnya dalam pemadanan data penduduk.

Dibandingkan tahun lalu yang hanya mencapai 0,16 persen, kini pemadanan data telah meningkat drastis hingga 7 persen, dengan sekitar empat juta data penduduk berhasil diproses.

Meskipun masih lebih kecil dibandingkan kota lain yang telah mencapai angka belasan persen, Hadijana menilai capaian ini sebagai langkah positif dalam sistem kependudukan di Kabupaten Bogor.

Advertisement

Jaringan Pelayanan Terintegrasi

Salah satu program unggulan yang tengah dikembangkan adalah jaringan pelayanan terintegrasi, yang bertujuan mempercepat pelayanan administrasi kependudukan di tingkat desa. Program ini akan menjadi bagian dari agenda 100 hari kerja Bupati Kabupaten Bogor.

Baca Juga :  Wabup Jaro Ade Tegaskan Program 100 Hari Kerja Sesuai Visi Bogor Gemilang

Melalui program ini, masyarakat yang melahirkan di 28 Puskesmas Poned dan 40 Kantor Urusan Agama (KUA) akan dapat langsung memperoleh akta kelahiran melalui aplikasi Japati (Jaringan Pelayanan Terintegrasi).

Hal ini diharapkan dapat memangkas birokrasi dan meningkatkan efisiensi pelayanan kepada masyarakat.

“Jika ada masyarakat yang melahirkan di Puskesmas Poned, mereka bisa langsung mendapatkan akta kelahiran setelah melahirkan,” jelas Hadijana.

Kemudahan ini akan memberikan dampak positif, terutama bagi masyarakat pedesaan yang selama ini harus menempuh jarak jauh untuk mengurus dokumen kependudukan.

Tantangan Implementasi dan Harapan ke Depan

Meski program ini telah berjalan, tantangan masih ada. Dari total 435 desa di Kabupaten Bogor, baru 204 desa yang memiliki data penduduk lebih dari 90 peren, sehingga memungkinkan mereka mengakses aplikasi Japati. Sementara itu, desa-desa lain masih terkendala dalam penyelesaian pemadanan data.

Baca Juga :  Pengamat Soroti Kinerja 100 Hari Pertama Bupati dan Wakil Bupati Bogor

Selain itu, keterbatasan infrastruktur dan sumber daya manusia dalam pengelolaan administrasi kependudukan di tingkat desa juga menjadi tantangan yang perlu diselesaikan.

Diharapkan dengan semakin banyak desa yang dapat mengakses program ini, pelayanan kependudukan di Kabupaten Bogor akan semakin cepat dan efisien.

Program ini menjadi bukti nyata upaya Pemerintah Kabupaten Bogor dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik, sejalan dengan visi besar bupati dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang lebih baik dan berbasis teknologi.

Dengan dukungan semua pihak, transformasi pelayanan administrasi kependudukan ini diharapkan dapat berjalan optimal dan memberikan manfaat besar bagi masyarakat.

Reporter : Amelia Azizah

Editor : B. Supriyadi

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau via whatsapp timetoday wa channel

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel