TIMETODAY.ID, SURABAYA – Presiden Prabowo Subianto menyoroti adanya pejabat birokrasi yang menentang kebijakan efisiensi anggaran. Ia menyebut sejumlah birokrat merasa kebal hukum dan bertindak layaknya “raja kecil” dalam pemerintahan.
“Ada yang melawan saya. Dalam birokrasi merasa sudah kebal hukum, merasa sudah menjadi ‘raja kecil’,” ujar Prabowo dalam Kongres XVII Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) di Surabaya, Jawa Timur, Senin (10/2/2025), sebagaimana disiarkan kanal YouTube Sekretariat Presiden.
Prabowo menegaskan bahwa kebijakan efisiensi anggaran bertujuan untuk menghentikan pengeluaran yang tidak perlu, termasuk yang berpotensi menjadi celah korupsi.
Anggaran yang dihemat akan dialokasikan untuk program makan bergizi gratis bagi anak-anak serta perbaikan sekolah di seluruh Indonesia.
Menurut Prabowo, saat ini pemerintah hanya mampu memperbaiki 20 ribu sekolah dari total 330 ribu sekolah yang membutuhkan perbaikan.
Oleh karena itu, ia memerintahkan pengurangan perjalanan dinas. Pejabat yang ingin bepergian ke luar negeri hanya diperbolehkan jika sedang menempuh pendidikan atau menjalankan tugas resmi mewakili negara.
“Kalau mau jalan-jalan, pakai uang sendiri,” tegasnya.
Kebijakan efisiensi anggaran ini tertuang dalam Instruksi Presiden Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2025 serta Surat Menteri Keuangan Nomor S-37/MK.02/2025, dengan target penghematan belanja kementerian/lembaga dalam APBN 2025 sebesar Rp 26,1 triliun. ***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau via whatsapp timetoday wa channel





































