Efisiensi Anggaran RI di Titik Rawan

Efisiensi Anggaran
Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Sarman Simanjorang. Foto : Dok. Kadin.id

TIMETODAY. ID, JAKARTA – Ancaman penutupan Selat Hormuz akibat eskalasi konflik di Timur Tengah membayangi pasokan energi nasional, sementara kebijakan efisiensi anggaran pemerintah berpotensi meredam stimulus fiskal di dalam negeri. Indonesia dinilai berada di titik rawan ketika dua tekanan itu datang bersamaan.

Wakil Ketua Umum, Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Sarman Simanjorang mengatakan, posisi Indonesia sebagai negara pengimpor energi membuat perekonomian nasional rentan terhadap gejolak di kawasan Timur Tengah. Sekitar 50 persen kebutuhan minyak dan gas nasional masih dipasok dari luar negeri, sebagian besar dari kawasan tersebut.

Baca Juga :  Gelombang PHK Massal Intai Sektor Perhotelan di Kota Bogor

“Perang di Timur Tengah membuat perekonomian global semakin tertekan dan pasokan minyak dan gas berpotensi tersendat,” kata Sarman, dikutip beritasatu.com, Jumat (20/3/2026).

Advertisement

Jika Iran menutup Selat Hormuz, jalur strategis yang menjadi nadi distribusi energi dunia, lonjakan harga bahan bakar minyak dan gas di dalam negeri hampir tidak terhindarkan.

Di sisi domestik, pemerintah tengah menjalankan kebijakan efisiensi anggaran di sejumlah kementerian dan lembaga guna menahan defisit APBN. Namun, langkah tersebut dinilai memangkas salah satu motor penggerak ekonomi nasional.

Baca Juga :  Kadin Fokus Perluas Lapangan Kerja, Optimisme Jadi Tema Utama Rapimnas 2025

Selama ini, belanja pemerintah, baik melalui proyek infrastruktur, pengadaan barang dan jasa, maupun program sosial menjadi penyangga aktivitas sektor swasta. Pengurangan belanja dikhawatirkan memperlambat roda ekonomi, terutama bagi pelaku usaha yang selama ini bergantung pada proyek pemerintah.

“Efisiensi akan memengaruhi produktivitas, karena belanja pemerintah juga merupakan stimulus penggerak sektor swasta dan pendongkrak pertumbuhan ekonomi,” ujar Sarman.

Editor : B. Supriyadi

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel